Dokter Gigi di Kanada Cekcok dengan Kekasihnya Sebelum Tembak Mati 22 Orang

Penembakan terparah di Kanada yang menewaskan 23 orang, termasuk pelaku, pada akhir pekan lalu ternyata diawali dari cekcok dengan kekasih.
Pelaku, seorang dokter gigi, ribut berat dengan kekasihnya sebelum menyamar jadi polisi dan menembak dengan membabi buta.
Diberitakan Associated Press, kepolisian Kanada pada Kamis (23/4) mengatakan pelaku Gabriel Wortman ribut dengan kekasihnya di kota Nova Scotia. Keributan itu terjadi dengan hebat, sampai kekasih Wortman jadi korban kekerasan.
Sumber lain kepada media Kanada, CTV, mengatakan Wortman memborgol tangan kekasihnya dan menyerangnya pada akhir pekan lalu (18/4). Beruntung, wanita yang dirahasiakan namanya itu berhasil lolos dan bersembunyi di antara pepohonan.
Wanita tersebut babak belur dihajar oleh pria 51 tahun itu. Dari dirinya, polisi mengetahui bahwa Wortman mengendarai mobil polisi palsu dan memakai seragam aparat.
Wortman menembak mati 22 orang di lima lokasi berbeda di Nova Scotia, termasuk seorang polisi wanita.
Pemilik klinik gigi ini kemudian meninggal dunia dalam baku tembak dengan polisi. Kepolisian Nova Scotia menuai kritikan karena dianggap terlalu lama memburu pelaku yang berakhir pada Minggu (19/4).
Motif penembakan yang sangat jarang terjadi di Kanada ini masih dalam penyelidikan hingga sekarang. Namun Wortman punya catatan kepolisian, yakni ditangkap karena menyerang seorang pria pada 2001.
Ketika itu, dia dijatuhi hukuman penangguhan selama sembilan bulan dan denda, serta tak boleh mendekati korbannya. Pengadilan juga saat itu mengimbau agar Wortman mengikuti konseling pengendalian amarah.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
