Dokter Umum di Blora yang Meninggal karena Corona Dimakamkan di TMP Blora

Seorang dokter umum di Blora bernama dr Hery Prasetyo, meninggal akibat COVID-19 pada Rabu (19/8). Ia meninggal setelah sempat dirawat sejak 15 Agustus di RSUD Rembang.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr R Soetijono, dr M Jamil Muhlisi, menjelaskan almarhum dinyatakan positif setelah hasil swabnya keluar pada 17 Agustus lalu.
“Dirawat di sana, karena memang pada waktu itu RSUD Blora dalam kondisi penuh. Sedangkan dr Hery membutuhkan perawatan sehingga dirujuk ke sana. Hasil positifnya tanggal 17,” kata Jamil saat dikonfirmasi, Rabu (19/8) malam.
Jamil belum mengungkapkan secara pasti bagaimana dan di mana dr Hery terpapar virus corona. Namun dia menegaskan, dr Hery selama ini bertugas di garda terdepan sebagai dokter yang berperan langsung mengambil swab tes.
“Beliau sejak awal adalah garda terdepan yang melakukan swab tes. Jadi risikonya tinggi terpapar di mana saja,” kata Jamil.
dr Hery Prasetyo Dimakamkan di TMP Blora
Sebagai bentuk penghormatan, dr Hery yang meninggal pada pukul 18.18 WIB petang akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Blora. Jamil menambahkan, hal itu sudah mendapat restu Bupati Blora Djoko Nugroho.
“Malam ini juga rencana dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, karena beliau itu kita anggap sebagai pahlawan kesehatan. Termasuk berada di garda terdepan untuk penanganan COVID-19 di kabupaten Blora. Sehingga layak kalau bapak Bupati pun juga mengizinkan untuk dimakamkan di TMP,” jelasnya.
Hingga kini, Jamil menuturkan jumlah dokter yang terpapar COVID-19 di Blora sebanyak dua orang. Salah satunya sudah sembuh. Sementara, perawat yang positif ada satu dan juga sudah sembuh.
