Dokumen Rahasia saat Biden Jadi Wapres Ditemukan di Lembaga Think Tank AS
·waktu baca 2 menit

Dokumen-dokumen rahasia dari masa jabatan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, sebagai wakil presiden selama periode pemerintahan Barack Obama ditemukan di wadah pemikir (think tank) Penn Biden Center for Diplomacy and Global Engagement.
Biden menjabat sebagai wapres dari 2009 hingga 2017.
Dia menggunakan lembaga riset—yang terletak di Universitas Pennsylvania di Washington—tersebut sebagai ruang kantor dari pertengahan 2017 hingga awal kampanye presiden 2020.
Pengacara Biden pertama kali mengidentifikasi materi rahasia ini ketika membersihkan ruang kantor pada 2 November 2022.
Mereka sedang mengemas dokumen-dokumen dalam lemari terkunci untuk mengosongkan kantor Biden sebelum pemilu sela AS pada 8 November 2022. Pihaknya kemudian menyerahkan hampir sepuluh dokumen tersebut kepada Arsip Nasional AS (NARA).
NARA bertugas menangani semua materi sensitif semacam itu.
Tim pengacara Biden sedang berkoordinasi untuk memastikan setiap catatan pemerintahan Obama-Biden berada di NARA.
"Gedung Putih bekerja sama dengan Arsip Nasional dan Kementerian Kehakiman," terang penasihat khusus Biden, Richard Sauber, dikutip dari AFP, Selasa (10/1).
Sauber menggambarkan penemuan-penemuan ini sebagai 'sejumlah kecil dokumen dengan tanda rahasia'. Namun, dokumen tersebut tidak sedang digunakan dalam penyelidikan federal.
"Dokumen-dokumen itu bukan subjek dari permintaan atau penyelidikan," jelasnya.
Jaksa Agung Merrick Garland telah menugaskan jaksa AS di Chicago untuk meninjau dokumen tersebut. FBI juga tengah menyelidikinya.
Menurut sumber yang mengetahui investigasi ini, dokumen-dokumen tersebut tidak mengandung rahasia nuklir.
Anggota Partai Demokrat di Komite Pengawasan DPR AS, Jamie Raskin, menyebut para pengacara mengambil tindakan cepat dan tepat setelah menemukan dokumen itu.
"[Garland akan] membuat keputusan yang tidak memihak tentang tindakan lebih lanjut yang mungkin diperlukan," tambah dia.
Kementerian Kehakiman juga tengah menyelidiki kasus serupa yang melibatkan mantan Presiden AS, Donald Trump.
FBI menggeledah properti Trump, yakni Mar-a-Lago, pada 8 Agustus 2022. Pihaknya menemukan ribuan dokumen pemerintah yang disimpan Trump usai meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2021.
Trump seharusnya meninggalkan seluruh materi resmi di Gedung Putih pada akhir masa jabatan presiden. Seratus dokumen sensitif ini memiliki tanda rahasia, sedangkan beberapa lainnya sangat rahasia.
Subjek yang tercakup dalam dokumen-dokumen ini termasuk intelijen sensitif di China dan Iran, hingga rahasia nuklir.
"Kapan FBI akan menggerebek rumah Joe Biden yang banyak, bahkan mungkin Gedung Putih? Dokumen-dokumen ini jelas tidak dideklasifikasi," ujar Trump, merespons penemuan dokumen oleh pengacara Biden, dikutip dari Reuters.
