Dompet Dhuafa Gelar Giat Komunitas, Dorong Kolaborasi Kebaikan Lintas Sektor
·waktu baca 4 menit

Dompet Dhuafa menggelar Spread Kindness, Build Togetherness bersama ratusan pegiat komunitas, pada Kamis (2/10/2025). Berlokasi di Ampera, Jakarta Selatan, acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh-tokoh komunitas.
Mereka adalah Rinaldi Nur Ibrahim (CEO Youth Ranger Indonesia), Inara Rusli (Komunitas Teman Searah), dan Wawang Sunarya (Penerima Manfaat dan Pegiat Komunitas). Acara juga dihadiri oleh Etika Setiawanti selaku Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa, serta Ahmad Faqih Syarafaddin selaku General Manager Penghimpunan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Dompet Dhuafa.
Etika Setiawanti menuturkan, giat ini untuk mendorong ragam kolaborasi dengan komunitas di berbagai sektor kebaikan. Tercapainya target penyaluran dan pemberdayaan penerima manfaat, kata Etika, tidak terlepas dari kolaborasi dengan komunitas.
“Terima kasih banyak para perwakilan komunitas yang sudah hadir, tercatat terdapat ratusan komunitas hadir dalam agenda ini. Diharapkan kegiatan ini menjadi ajang terwujudnya sinergi kebaikan serta memunculkan ide-ide maupun gagasan yang penting bagi program kebermanfaatan bagi Dompet Dhuafa. Kami juga berharap dapat masukan atau saran maupun gagasan dari para pegiat komunitas dalam mewujudkan program yang berdayakan masyarakat. Hal tersebut merupakan bagian dari menjaga transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, indepedensi dan kewajaran,” tambah Etika.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Faqih Syarafaddin juga mengungkapkan, "Saat ini waktunya anak-anak muda menjadi penggerak kebaikan. Banyak anak-anak muda membuka gagasan-gagasan penting dan mewujudkan ide-ide kreatif dalam hal kebaikan. Wujud ini saya dalami ketika kala lima tahun silam pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia.”
“Pandemi Covid-19 menjadikan masyarakat untuk berpikir dan menemukan ide-ide dalam mengelola komunikasi, bagaimana komunikasi tidak terbatas, saling tukar pendapat, saling mengemukakan ide. Hal ini cenderung banyak kita temukan di anak-anak muda. Dari itulah iklim komunitas terbentuk, dan mewujudkan kebaikan-kebaikan untuk sesama," imbuhnya.
Hal tersebut selaras dengan Rinaldi Nur Ibrahim. Ia menjelaskan bahwa Youth Ranger sendiri dibangun atas inisiatif anak-anak muda yang membutuhkan wadah.
"Berawal dari keresahan yang sama dan membentuk pola-pola pikir yang sama tercetuslah untuk membuat komunitas. Bukan sekedar tempat meluangkan waktu, tapi juga meluangkan gagasan, ide-ide, serta curhat-curhat anak-anak muda. Hal positif kita dalam berkomunitas adalah mengajak anak-anak muda untuk bertumbuh dan menghasilkan gagasan yang positif bagi masyarakat," ungkapnya.
Inara Rusli pun mengungkapkan adanya kesamaan visi dan misi yang menjadikan Teman Searah bisa tercipta.
"Dalam komunitas itu kita bisa saling berjuang dan tidak merasa sendiri. Saling mendukung dan memberdayakan satu sama lain. Selain itu kita juga ada kajian rutin dan program sosial lainnya. Tidak hanya berdaya untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang lain," ujar Inara.
Dompet Dhuafa bersama komunitas yang saling mendukung adalah langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang positif, produktif, dan berkelanjutan. Keberadaan komunitas dalam masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial serta menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan bersama. Namun, untuk membangun komunitas yang berkelanjutan diperlukan strategi yang matang dan usaha yang konsisten.
Wawang Sunarya, merupakan pegiat komunitas disabilitas berharap Dompet Dhuafa untuk terus meningkatkan kolaborasi kebaikan.
"Awalnya komunitas disabilitas ini belum dapat bergerak dengan laju cepat, namun dengan berkolaborasi Dompet Dhuafa dapat mewujudkan program komunitas berjalan. Banyak dari rekan-rekan disabilitas dapat mendorong kemandirian ekonominya, salah satunya pengusaha pembuat action figure, bahkan ada yang membuka toko maupun tempat usaha lainnya,” jelasnya.
Sebagai mengoptimalkan pengelolaan dana umat, Dompet Dhuafa terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Tidak hanya dengan mitra korporat, pemerintah, media, NGO, akademisi, pengelola zakat (MPZ), tetapi juga dengan tokoh masyarakat, komunitas, serta publik figur yang memiliki visi yang sama dalam menebar kebaikan.
Indonesia dikenal dengan semangat gotong royong yang telah menjadi bagian integral dari budaya masyarakatnya. Dalam konteks modern, semangat ini dapat diadaptasi untuk membangun ekonomi berbasis komunitas yang tangguh dan berkelanjutan. Dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi, komunitas dapat memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan kolaborasi, menciptakan peluang bisnis, dan memperkuat jaringan sosial yang saling mendukung.
Dompet Dhuafa, mengajak komunitas kebaikan dalam memperluas kolaborasi untuk kebermanfaatan yang lebih luas. Dalam era yang penuh dinamika dan tantangan kompleks, sinergi komunitas menjadi kunci utama untuk meraih kemajuan signifikan. Kolaborasi yang solid mempercepat inovasi dan mengoptimalkan sumber daya sehingga hasil yang dicapai jauh melampaui ekspektasi. Dengan membangun rasa kebersamaan dan kepercayaan, komunitas mampu menghadirkan solusi kreatif yang berdampak positif luas. Sinergi yang kuat menjadi motor penggerak transformasi sosial yang tak terbendung.
