Doni: Klaster Keluarga Tertinggi, Jaga Jarak dan Jangan Bicara saat Makan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi mengatur lalu lintas kendaraan yang memadati ruas jalan jalur Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10). Foto: Yulius Satria Wijaya/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Polisi mengatur lalu lintas kendaraan yang memadati ruas jalan jalur Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10). Foto: Yulius Satria Wijaya/Antara Foto

Libur panjang memunculkan banyaknya klaster keluarga dalam penyebaran corona di Indonesia. Agar klaster ini tidak terus meluas, setiap keluarga harus lebih disiplin 3M dalam berkegiatan.

"Ruang makan jaraknya harus dibuat sedemikian rupa, lebih longgar kemudian keterisian ruang makan dibatasi jumlahnya. Kemudian juga tak boleh berbicara pada saat makan, karena klaster keluarga saat ini paling tinggi," ujar Ketua Satgas COVID-19, Letjen Doni Monardo, dalam konferensi pers virtual, Kamis (24/12).

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menghadiri konferensi pers di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta. Foto: Galih Pradipta/Antara Foto

Doni mengatakan, di awal penyebaran corona klaster terbanyak muncul di tempat peribadatan. Para pemuka agama banyak yang terpapar. Lalu disusul dengan klaster kantor dan klaster pasar. Kini, klaster keluarga paling tinggi.

"Rata-rata mengapa mereka terpapar? Bisa jadi karena ketidakdisiplinan, abai, atau lalai sehingga terpapar COVID. Lantas mereka di rumah. Ini yang perlu kita pahami ada sejumlah masyarakat yang sama sekali tidak pernah beraktivitas kemudian terpapar COVID-19," jelas dia.

"Mengapa terjadi? Karena ada di antara salah satu anggota keluarga yang bekerja di luar dengan mobilitas tinggi, lantas terpapar COVID OTG tanpa gejala akhirnya tulari keluarganya," tambah dia.