Doni Monardo: Bed ICU dan Isolasi Pasien Corona di DKI Tersisa 3.546

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto aerial suasana Wisma Atlet Pademangan di Jakarta, Minggu (27/9). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto aerial suasana Wisma Atlet Pademangan di Jakarta, Minggu (27/9). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo mengungkapkan kekhawatiran banyak pihak terkait bed occupancy rate rumah sakit di Jakarta bisa diatasi. Sebelumnya, muncul kekhawatiran ketersediaan tempat tidur di rumah sakit akan penuh pada 17 September.

Doni mengatakan, berkat kerja sama banyak pihak, jumlah tempat tidur rumah sakit kembali bertambah. Saat ini, jumlah tempat tidur untuk ICU ada sebanyak 725 unit dan masih ada 34 unit yang dipindahkan dari RS Darurat Wisma Atlet ke RS Pendidikan UI, Depok.

"Yang terisi 521 bed sehingga sisanya menjadi 204 bed. Jadi masih ada 204 bed ICU yang kosong yang kita harapkan enggak bertambah lagi. Untuk ruang isolasi yang ada di rumah sakit rujukan COVID ada 4.824 bed, yang terisi 3.784 bed dan sisanya sebanyak 1.040 bed. Ini pun kita harapkan enggak ada penambahan," kata Doni dalam pernyataannya usai ratas bersama Presiden Jokowi, Jakarta, Senin (28/9).

Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3). Foto: ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro

Sementara untuk jumlah tempat tidur di Wisma Atlet, total ada 4.664 tempat tidur dengan rincian yang terisi sebanyak 2.158 tempat tidur dan masih tersedia 2.506 tempat tidur.

"Sehingga total tempat tidur untuk ruang isolasi di DKI, baik dari rumah sakit rujukan termasuk Wisma Atlet semuanya 3.546 bed. Jadi masih tersedia 3.546 bed di luar hotel yang sekarang masih berproses," tuturnya.

embed from external kumparan

Lebih lanjut, Doni mengingatkan bahwa 6 persen pasien positif yang dirawat di Wisma Atlet adalah mereka yang berasal dari klaster keluarga. Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa masyarakat harus tetap berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan.

"Artinya yang menulari orang-orang terdekat keluarga itu. Sehingga harus dipahami (penularan) COVID media pengantar kita orang2-orang terdekat. Sehingga kita satu sama lain harus saling menjaga, melindungi, dan mengingatkan protokol kesehatan," pungkasnya.