Doni Monardo: Kita Tidak Akan Bisa Hidup Normal Sebelum Ada Vaksin Corona

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BNPB Doni Monardo. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPB Doni Monardo. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Pemerintah belum bisa memastikan kapan tepatnya pandemi virus corona di Indonesia akan berakhir, meski sudah banyak prediksi dari hasil riset dan studi berbagai lembaga.

Salah satu penyebabnya karena vaksin corona yang belum kunjung ditemukan. Saat ini, sejumlah negara termasuk Indonesia sedang berlomba-lomba mengembangkan vaksin corona ini.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, menegaskan masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Sebab, belum hadirnya vaksin corona membuat pemerintah belum bisa memperkirakan kapan pandemi ini berakhir.

Docter Paul McKay melakukan riset di laboratorium Imperial College School of Medicine (ICSM), London, untuk menciptakan vaksin COVID-19. Foto: Tolga AKMEN / AFP

"Wabah COVID belum akan berakhir atau belum diketahui kapan akan berakhir selama belum ada vaksin dan obat. Maka kita tidak akan bisa hidup secara normal, belum bisa normal dan belum bisa tenang," ungkap Doni usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Selasa (12/5).

Menurut Doni, prediksi kapan pandemi COVID-19 ini berakhir masih begitu dinamis. Bahkan, prediksi-prediksi yang telah dibuat pemerintah pun masih berpotensi berubah.

"Skenario yang kita rancang prediksiprediksi jangka pendek, menengah dan panjang. Dan semua bisa berubah setiap saat, tergantung dinamika yang terjadi setiap minggu," tuturnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Foto: ANTARA FOTO/Dewanto Samodro

Salah satu yang dicontohkan Doni dalam perkembangan kasus virus corona adalah hasil penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah. Ia menjelaskan, ada daerah yang tidak menerapkan PSBB tetapi berhasil menekan pertambahan kasus positif corona, seperti yang terjadi di Bali.

"Meski Bali tidak memutuskan PSBB, tapi maksimal dengan memanfaatkan kearifan lokal, menggerakkan desa adat, gotong royong berbasis adat. Jadi di tingkat desa adat ada gugus tugas tingkat desa adat," ungkap Doni.

embed from external kumparan

Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, drh.Wiku Adisasmito, menyebut vaksin corona belum akan hadir dalam waktu dekat. Namun, kemungkinan vaksin ini akan ditemukan tahun depan.

"Sebenarnya sampai kapan kita tidak ada yang tahu, seluruh dunia tak tahu karena virus ini untuk vaksinnya belum ditemukan. Sampai vaksin belum ditemukan, kita harus bisa selalu berhadapan dengan virus ini. Maka masyarakat kami minta tetap disiplin dan waspada terhadap virus ini," tutup Wiku.

=====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.