Doni Monardo: Pilkada Penting, tapi Ingat Risikonya Kalau Tak Patuh Protokol

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BNPB Doni Monardo di Mobil Lab PCR Corona untuk Sulawesi Utara. Foto: covid19.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPB Doni Monardo di Mobil Lab PCR Corona untuk Sulawesi Utara. Foto: covid19.go.id

Sejumlah penyelenggara Pilkada 2020 mulai dari tingkat pusat hingga daerah terpapar virus corona. Terbaru, Ketua KPU RI Arief Budiman dinyatakan positif berdasarkan hasil tes swab pada Kamis (17/9).

Terkait hal itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan dirinya sudah menerima informasi adanya penyelenggara Pilkada yang terpapar corona. Doni mengatakan jika kondisi mereka memburuk, akan dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19.

"Kita sudah dapat sejumlah laporan terkait penyelenggara Pilkada positif. Sejauh ini mereka sedang isolasi mandiri. Kalau nanti ada perkembangan seperti perubahan panas tubuh, penciuman tak dirasakan lagi tentu ini hal yang harus dilakukan untuk dirawat di RS COVID," kata Doni dalam keterangannya, Jumat (18/9).

kumparan post embed

Mengenai tahapan Pilkada 2020 yang sudah berjalan, Doni Monardo mengatakan sejauh ini masih berjalan dengan baik. Meski saat tahapan pendaftaran bakal pasangan calon ditemukan sejumlah kerumunan massa.

"Sejauh ini masih dalam batas-batas pengendalian walau dalam tanggal 4 dan 6 kita lihat banyak kerumunan yang dilakukan calon tapi dengan sejumlah peringatan yang diberikan Pak Menkopolhukam, Mendagri dan pimpinan di daerah untuk kerja sama karena masalah keselamatan sekarang prioritas," ucap Doni.

Doni Monardo mengatakan pelaksaan Pilkada 2020 memang penting. Namun ia mengatakan ada risiko penularan virus corona jika tidak patuh protokol kesehatan.

"Pilkada penting tapi juga diingat bahwa ada risiko yang harus kita dapatkan kalau nggak patuh. Selama patuh, potensi penularan akan berkurang. Itu yang kita harapkan kerja sama dengan semua pihak."

- Doni Monardo.

Mantan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Sementara Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengatakan dalam waktu dekat dirinya akan mengambil keputusan terkait nasib Pilkada 2020. Ia masih akan menunggu bagaimana penetapan bakal pasangan calon pada 23 September mendatang.

"Kami bicarakan semua dan langkah-langkah sudah diambil. Tanggal 23 kan critical time pengumuman calon pasangan. Kita lihat apakah kampanye di ruangan saja dengan jumlah terbatas dan seterusnya. Kita akan umumkan tanggal 23," kata Luhut.

kumparan post embed