News
·
9 Agustus 2020 17:53

Doni Monardo soal Bupati Malang Dangdutan Saat Pandemi: Harusnya Dicegah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Doni Monardo soal Bupati Malang Dangdutan Saat Pandemi: Harusnya Dicegah (42645)
Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo. Foto: Dok. BNPB
Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo menyayangkan peristiwa Bupati Malang Mohammad Sanusi menggelar acara dangdutan di tengah pandemi corona.
ADVERTISEMENT
"Harusnya dicegah," kata Doni Monardo kepada kumparan, Minggu (9/8).
Menurut Doni, seluruh pihak harus disiplin di tengah pandemi corona. Terutama untuk mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak.
"Jaga jarak dan menghindari kerumunan adalah cara terbaik dalam menghadapi Covid," ungkapnya.
Di saat seperti ini, seluruh pihak harus bekerja sama. Sebab, memutus penularan corona bukan perkara mudah.
"Masyarakat dan pimpinan lainnya harus berani mengingatkan. Kesadaran kolektif harus di tingkatkan agar kita semua bisa selamat," tutur Kepala BNPB itu.
"Dan bisa segera mengurangi yang terpapar, bahkan mencegahnya," sambung dia.
Doni Monardo soal Bupati Malang Dangdutan Saat Pandemi: Harusnya Dicegah (42646)
Bupati Malang Mohammad Sanusi. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Sebelumnya, video Sanusi sedang bernyanyi bersama 2 biduan tanpa memakai masker usai deklarasi tim pemenangan Sanusi-Didik (SanDi) di Pilkada 2020 tersebar di dunia maya.
ADVERTISEMENT
Sanusi membantah dirinya sedang dangdutan saat itu. "Gak ada dangdutan. Cuma yang terakhir itu cuma nyoba aja," ucapnya, dilansir partner kumparan Tugu Malang.
Alumni UIN Malang ini menegaskan, dirinya saat itu sedang bermain electone. "Memang enggak boleh (dangdutan), kemarin kan hanya electone dan enggak ada orang sudah," kata dia.