Doni Monardo: Tower 4 dan 5 Wisma Atlet Siap Tampung Pasien Corona Tanpa Gejala

Lonjakan kasus positif corona selama beberapa minggu terakhir, khususnya di DKI Jakarta, membuat okupansi rumah sakit (RS) rujukan hampir penuh. Terlebih banyak pasien corona tanpa gejala yang diharuskan isolasi mandiri namun fasilitas di kediamannya tidak mendukung. Alhasil hal tersebut bisa membuat angka penularan meningkat.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Monardo, menyatakan kini pasien tanpa gejala yang kondisi kediamannya tidak mendukung isolasi mandiri, bisa dirawat di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Doni menyebut tower 4 dan 5 Wisma Atlet siap menampung pasien tanpa gejala.
"Seyogyanya flat isolasi mandiri bisa ditempati Selasa, namun karena alasan teknis baru bisa dimulai hari ini. Dengan tersedianya flat tower 4 dan 5 di kawasan Wisma Atlet, kita harapkan akan makin banyak fasiltias yang disiapkan pemerintah untuk menerima masyarakat yang statusnya positif COVID-19 tanpa gejala," ujar Doni dalam konferensi pers virtual pada Sabtu (12/9).
Doni mengatakan, pasien tanpa gejala yang sulit isolasi mandiri di rumah dan ingin dirawat di Wisma Atlet, bisa menghubungi puskesmas di kawasan masing-masing.
"Untuk pasien tanpa gejala bisa daftar melalui Puskesmas. Dan rujukan yang diberikan Puskesmas yang akhirnya jadi salah satu persyaratan sehingga flat isolasi mandiri bisa terima saudara-saudara kita yang positif tanpa gejala," ucapnya.
Sementara itu Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen TNI Tugas Ratmono, menyatakan tower 5 memiliki kapasitas sekitar 1.570 tempat tidur.
Ia menyebut setelah ini pasien tanpa gejala yang kini menghuni tower 7 bersama pasien gejala ringan dan sedang, akan dipindah ke tower 5. Sehingga bakal membuat kapasitas tower 7 berkurang sekitar 52 persen.
"Tower 7 saat ini menangani pasien ringan dan sedang, dan juga tanpa gejala. Saat ini sejumlah 1.660 (pasien) terbagi dari pasien ringan, sedang, dan tanpa gejala. Yang tanpa gejala 52 persen dan sisanya bergejala," ucapnya.
"Tower 5 ini kita siapkan yang siap huni 1.570 tempat tidur. Sehingga kalau kita pindahkan dari tower 6 dan 7 untuk yang tidak bergejala sekitar 700-800 orang, sehingga kita masih bisa tampung separuhnya," lanjut Tugas.
Tugas menyebut okupansi yang bakal berkurang di tower 6 dan 7 bisa diisi pasien dengan gejala ringan dan sedang dari RS rujukan corona di DKI yang hampir penuh.
"Sehingga bisa diisi dari pasien ringan yang dirawat di RS rujukan COVID-19 di DKI," tutupnya.
