Dorong Siswa Giat Belajar, Sekolah di China Hilangkan Kursi Kantin

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Kantin Sekolah (Foto: flickr.com/Janice Waltzer)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kantin Sekolah (Foto: flickr.com/Janice Waltzer)

Sebuah sekolah menengah di kota Shangqiu, China, meniadakan kursi di kantin sehingga siswa makan sambil berdiri. Hal itu dilakukan dengan alasan mendorong mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar, ketimbang jajan.

Meski kebijakan tersebut menuai kritik, pihak sekolah nampaknya justru akan lebih serius mengembangkan hal ini. Mereka bahkan rencananya akan merancang tempat untuk masing-masing siswa agar semakin enggan untuk berlama-lama saat makan.

"Selanjutnya, kami akan menentukan spot makan siang di meja untuk semua orang makan sambil berdiri. Sepuluh menit untuk makan siang sudah cukup," tutur juru bicara sekolah tersebut, dilansir Odditycentral pada Rabu (5/9).

Sebagian warganet mengkritik kebijakan itu melalui platform media sosial China, Weibo. Beberapa berspekulasi sekolah itu mungkin akan segera menutup tempat makan tersebut di waktu mendatang.

"Jika benar, mereka mungkin akan menutup ruang makan itu di semester kedua karena menurut logika mereka hal ini benar-benar akan meningkatkan produktivitas jika memang tidak ada yang makan sama sekali," tutur seorang pengguna melalui komentarnya.

"Bukankah para tahanan saja duduk ketika mereka makan?" tulis pengguna lainnya.

Kebijakan semacam ini dipercaya mengikuti aturan bergaya semi-militeristik bernama 'Gaokao Factories'. Aturan tersebut digunakan berbagai sekolah papan atas China untuk mempersiapkan para siswanya menghadapi ujian masuk universitas yang dikenal sulit bernama Gaokao.