Dosen di Jember Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta karena Cabuli Anak

24 November 2021 22:40
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Dosen di Jember Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta karena Cabuli Anak (467843)
zoom-in-whitePerbesar
Majelis hakim membacakan putusan secara bergantian dalam sidang lanjutan kasus pencabulan dengan terdakwa dosen Unej di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri Jember, Rabu (24/11). Foto: Zumrotun Solichah/ANTARA
Dosen Universitas Jember atau Unej, Rahmat Hidayat, divonis enam tahun penjara dan denda Rp 50 juta atau subsider empat bulan kurungan oleh majelis hakim PN Jember.
ADVERTISEMENT
Rahmat terbukti bersalah karena melakukan tidak pidana pencabulan kepada seorang anak. Vonis dibacakan oleh hakim dalam sidang lanjutan kasus pencabulan di PN Jember, Jawa Timur, Rabu (24/11).
"Menyatakan terdakwa Rahmat Hidayat telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, melakukan perbuatan cabul sebagaimana dakwaan kedua jaksa penuntut umum," kata Ketua Majelis hakim Totok Yanuarto dikutip dari Antara.
Dalam sidang putusan itu, hadir majelis hakim lengkap yakni Ketua Majelis Hakim Totok Yanuarto dengan anggota Alfonsus Nahak dan Sigit Triatmojo.
Sedangkan Jaksa Penuntut Umum yakni Adek Sri Sumiarsih dan Penasihat Hukum Terdakwa Faiq Assidiqi. Terdakwa mengikuti sidang secara daring di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Jember.
ADVERTISEMENT
"Majelis hakim juga menetapkan terdakwa untuk tetap ditahan dan membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu," ucap Totok.
Dalam vonis, hakim menyampaikan hal yang memberatkan yakni terdakwa berbelit-belit saat memberikan keterangan di persidangan dan sebagai dosen tidak patut melakukan perbuatan tersebut.
Sedangkan hal meringankan yakni terdakwa bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum dan terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.
Dosen di Jember Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta karena Cabuli Anak (467844)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pencabulan. Foto: Nunki Lasmaria Pangaribuan/kumparan
Putusan majelis hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU dalam persidangan pembacaan tuntutan.
Sebelumnya, JPU menjatuhkan tuntutan delapan tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan.
JPU sempat menyampaikan dua dakwaan alternatif kepada terdakwa yakni UU Perlindungan Anak dan UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
ADVERTISEMENT
Menanggapi putusan majelis hakim, JPU Adek Sri Sumiarsih mengatakan masih pikir-pikir. Sebab pihaknya masih memiliki waktu tujuh hari dalam menentukan sikapnya.
Sementara penasihat hukum terdakwa M. Faiq Assiddiqi menyampaikan ucapan terima kasih kepada majelis hakim. Namun, ia kecewa karena putusan pidana yang dijatuhkan kepada kliennya cukup berat yakni enam tahun penjara.
"Kami sebagai penasihat hukumnya akan memberikan saran dan pertimbangan kepada klien kami apakah mengajukan banding atau tidak dalam putusan majelis hakim itu, sehingga kami perlu berdiskusi dengan terdakwa dan keluarganya lebih dulu," kata Faiq.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020