Dosen ITB Kabanjahe Ditemukan Tewas di Rumahnya, Mobil Hilang

Seorang dosen Institut Teknologi Bisnis (ITB) Indonesia Kabanjahe, Asprina Surbakti (38), ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (25/9).
Kasi Humas Polres Karo AKP Pedoman Maha membenarkan penemuan jasad tersebut. Ia mengatakan korban awalnya dicari oleh rekan-rekan kerjanya setelah beberapa kali tidak dapat dihubungi.
“Rekan-rekannya sama dosen itu kan menghubungi dia, enggak bisa. Masuk-masuk HP-nya enggak diangkat-angkat,” ujar Pedoman saat dihubungi, Minggu (27/9).
Karena korban tak kunjung merespons, rekan kerja korban kemudian menghubungi kakak korban dan meminta yang bersangkutan mengecek kondisi di rumah.
Kakak korban selanjutnya mendatangi rumah bersama petugas keamanan. Setelah masuk ke dalam rumah, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi.
“Dihubungi rekan kerjanya itulah abangnya. Bahwasanya sudah dihubungi berapa kali enggak diangkat. ‘Coba cek dulu di rumahnya.’ Datanglah abangnya ini ngecek ke rumahnya. Bersama dengan security, masuklah dia ke dalam. Di dalam, di kamar mandi, dilihatnya rupanya sudah meninggal,” kata Pedoman.
Dalam penanganan awal, polisi juga menemukan kendaraan milik korban tidak berada di lokasi. Mobil tersebut diketahui berjenis Mitsubishi Xpander Cross dengan nomor polisi BK.
Korban Dirampok?
Namun, polisi belum memastikan apakah hilangnya kendaraan tersebut berkaitan dengan kematian korban. Dugaan perampokan maupun pembunuhan juga belum dapat dipastikan.
“Untuk modus segala macam kan itu makanya dari Polsek dan Polres itu lagi penyelidikan mereka ini. Untuk menentukan modusnya apa, bagaimana, nah itu masih diselidiki sama mereka,” jelasnya.
Pedoman mengatakan polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan forensik untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Kita belum berani juga ngomong penyebabnya gimana. Makanya ini tindakan awal,” ujarnya.
Dari pemeriksaan awal, kata Pedoman, terdapat darah yang keluar dari mulut korban. Sementara mengenai dugaan adanya luka atau tanda kekerasan lain, polisi belum dapat memberikan kesimpulan.
“Berdasarkan laporan, dari mulut dia mengeluarkan darah,” katanya.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Medan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim laboratorium forensik. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban.
“Makanya dia ini kan lagi dibawa ke Medan nampaknya untuk, ada Lapfor. Lapfor nanti menyatakan itu apa penyebabnya, apanya. Kita belum berani juga ngomong penyebabnya gimana,” jelas Pedoman.
Ia menegaskan dugaan pembunuhan maupun perampokan belum dapat dipastikan sebelum hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik keluar.
“Nantilah, setelah keluar dari hasil dari sana baru kita tahu,” tegasnya.
Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan korban ditemukan meninggal dunia. Penyidik juga mendalami keberadaan kendaraan korban yang dilaporkan hilang.
Pedoman juga meluruskan informasi yang beredar terkait tempat korban mengajar. Menurutnya, korban memang tercatat sebagai dosen ITB, tetapi bukan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berada di Kota Bandung.
“Dia ITB, ITB Kabanjahe maksudnya, bukan ITB Bandung,” ungkapnya.
ITB yang dimaksud merupakan Institut Teknologi Bisnis Indonesia yang berada di Kabanjahe, Kabupaten Karo. Perbedaan nama tersebut sebelumnya membuat informasi mengenai kematian korban ramai dikaitkan dengan ITB Bandung.
