Dosen UGM Dirawat di ICU RSUP Sardjito

Sebuah kabar beredar di grup-grup WhatsApp bahwa salah seorang dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) dirawat di RSUP Dr Sardjito lantaran suspect corona. Dalam broadcast tersebut tertulis si dosen memiliki riwayat ke Jakarta pada 2-4 Maret.
Terkait hal itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Paripurna Poerwoko Sudarga, membenarkan bahwa satu dosen UGM dirawat di ICU RSUP Sardjito. Namun dia mengaku tidak tahu apa penyebab dosen tersebut dirawat.
"Suspect atau tidaknya diperlukan penelitian. Bahwa ada salah satu dokter yang dirawat di Sardjito ICU itu betul. Tetapi penyebabnya apa itu masih dalam proses penelitian," ujar Paripurna saat dihubungi kumparan, Senin (16/3).
Paripurna menjelaskan bahwa pihaknya benar-benar tidak tahu sakit yang dialami dosen tersebut.
"Kita sedang dalam posisi tidak memberikan statement hal itu karena kita tidak tahu betul. Saya dengar di ICU (bukan isolasi). Kami juga tidak tahu (gejalanya)," ujarnya.
Lanjutnya, menyikapi semakin merebaknya virus corona di Indonesia, UGM juga telah menetapkan status Awas. Jika sebelumnya mahasiswa hanya diimbau untuk tidak tatap muka di lingkungan kampus, kini tatap muka di lingkungan kampus benar-benar dilarang.
"Semua kegiatan tatap muka di lingkungan kampus sekarang tidak lagi diimbau, tapi tidak boleh dilakukan. Kuliah tatap muka digantikan dengan fasilitas media online yang ada. Memberikan kebebasan kepada dosen menggunakan media online yang ada sekalipun merekam kuliahnya melalui email atau disampaikan melalui Youtube," katanya.
Paripurna juga tidak memungkiri dekatnya lokasi UGM dengan RSUP Sardjito yang merupakan rumah sakit rujukan corona menjadi alasan naiknya status.
"UGM berdekatan dengan Rumah Sakit Sardjito, cepat atau lambat Sardjito tempat treatment adanya suspect," kata dia.
Rektor UGM, Panut Mulyono, dalam keterangannya mengatakan Surat Edaran Rektor No. 1606/UN1.P/HKL/TR/2020 ini untuk menanggapi perkembangan penyebaran wabah COVID-19 yang terjadi di berbagai negara, status pandemi oleh WHO, kondisi penyebaran di wilayah DI Yogyakarta dan sekitarnya.
Panut juga menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada staf, mahasiswa, maupun tenaga pendidik UGM yang positif terkena COVID-19.
“Hoaks ini yang harus kita perangi bersama-sama,” kata Rektor.
Dia meminta seluruh civitas akademika UGM agar tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan. Selanjutnya meminimalkan aktivitas di luar rumah dan juga menghindari kerumunan.
