Dosen UPN Yogyakarta Meninggal karena Corona

Seorang dosen di UPN Veteran Yogyakarta meninggal dunia dengan status positif corona. Dosen Ilmu Administrasi Bisnis berusia 50 tahun berjenis kelamin laki-laki tersebut meninggal pada Selasa (13/10).
Kasubag Kerjasama dan Humas UPN Yogyakarta, Markus Kusnadijanto menjelaskan dosen tersebut meninggal dunia saat mendapat perawatan di RSA UGM.
"Inggih menurut info begitu dari rumah sakit (positif corona). Jadi kita malah enggak ngerti sebenarnya. Kita hanya mendapat (informasi) dari gugus COVID RSA UGM menghubungi ke satgas kita mengklarifikasi apakah benar almarhum pegawai UPN," kata Markus dihubungi awak media, Rabu (14/10).
Lanjutnya, dosen tersebut kemudian dimakamkan di pemakaman khusus COVID di daerah Prambanan, Sleman kemarin sore.
"Meninggalnya kemarin sore setengah lima dimakamkan dengan protokol pemakaman COVID. Beliau dimakamkan di pemakaman khusus COVID di daerah Prambanan," katanya.
Pihak kampus sendiri tidak mengetahui kapan dosen tersebut mulai terpapar corona. Hanya saja pihak RSA menghubungi kampus. Kemudian sejak Senin (11/10) kampus me-lockdown kampus Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
"Tahu-tahu beliaunya sudah di ICU. Nggih dari satgas sana memberitahu ke kita. Ada laporan begitu kita di Ilmu Sosial Ilmu Politik kampus 2 itu kita lockdown kita disterilkan itu sejak Senin sudah disterilkan," ujarnya.
"Beliau setahu saya mengajar daring itu ya. Karena kan kuliah perdana itu 28 (September) itu," ujarnya.
Pada Senin itu, dosen tersebut juga dipasang ventilator oleh rumah sakit. Memang yang bersangkutan ini memiliki riwayat hipertensi dan diabetes.
"Jabatan Ketua jurusan Ilmu Administrasi Bisnis. Informasi dari keluarga tertutup jadi kita tidak maksimal (memberikan informasi)," ujar dia.
Sementara itu, Juru Bicara Pemda DI Yogyakarta untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih membenarkan bahwa ada seorang pasien corona yang meninggal di RSA UGM. Namun dia tidak membeberkan detail profesi pasien tersebut.
"Kami tidak ada informasi tentang profesinya, di laporan kita hanya, nama, umur, dan RS," kata Berty.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
