DPR Aceh Soroti 3 Penembakan dalam Sepekan: Mengusik Keamanan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengumpulkan barang bukti di lokasi perampokan bersenpi di Aceh Timur. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengumpulkan barang bukti di lokasi perampokan bersenpi di Aceh Timur. Foto: Dok. Istimewa

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh menyoroti kasus perampokan disertai dengan penembakan di Aceh dalam sepekan terakhir. Tercatat ada tiga peristiwa penembakan di Aceh, yaitu:

  • Pertama, penembakan disertai perampokan terhadap Dantim BAIS TNI Kapten Abdul Majid, pada Kamis (28/10) di Pidie. Total ada tiga pelaku dan mereka sudah ditangkap.

  • Kedua, pos polisi di Gampong Manggi, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, ditembaki orang tak dikenal. Penembakan terjadi Kamis (28/10) pukul 03.15 WIB. Pelaku masih buron.

  • Ketiga, perampokan disertai penembakan di toko pakaian di Aceh Timur pada Minggu (31/10). Diduga ada tiga pelaku dalam peristiwa itu. Mereka masih buron.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy memperlihatkan foto terduga pelaku penembakan anggota TNI, di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Minggu (31/10/2021). Foto: ANTARA/HO-Bidhumas Polda Aceh

Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin mengatakan, tiga kasus penembakan itu mengusik keamanan di Aceh.

“Kejadian ini patut menjadi sorotan karena telah mengusik kenyamanan dan keamanan yang sudah terawat di Aceh,” kata Safaruddin kepada kumparan via telepon, Senin (1/11).

Safaruddin mengajak semua pihak di Aceh menjaga keberlanjutan keamanan yang sudah dirasakan masyarakat sejak perdamaian 2005 silam.

"Kita tidak ingin lagi kembali ke masa suram. Cukup sudah kita merasakan konflik yang berkepanjangan, sudah banyak korban yang berjatuhan," katanya.

Safaruddin meminta kepolisian menindak tegas pelaku kejahatan, apalagi menggunakan senjata api. Karena kedamaian merupakan harga mati yang harus dijaga dan dirawat.

"Tidak ada tawar-menawar dengan perdamaian, kita semua harus menjaganya sampai kapan pun. Setiap kejahatan dan kriminalitas di Aceh harus ditindak agar kondisi Aceh tetap aman dan nyaman," tutup dia.