DPR Minta di Masa Tanggap Darurat Gempa NTT Satu Komando: Tidak Ada Ego Sektoral

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas medis memindahkan pasien ke dalam tenda darurat di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026).  Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis memindahkan pasien ke dalam tenda darurat di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Satgas Penanggulangan Pasca Bencana (Galapana) DPR RI meminta semua pihak satu komando di masa tanggap darurat penanganan dampak gempa 7,7 magnitudo di NTT. Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, tidak ingin ada ego sektoral dalam penanganan bencana tersebut.

"Kami minta ini semua ketika ada tanggap darurat, satu komando tidak ada ego sektoral ya," kata Cucun di rapat tersebut, di Ruteng, Manggarai, NTT, Minggu (16/8).

"Semua ada di komandonya Pak BNPB (Kepala BNPB Letjen Suharyanto), koordinatornya Kemenkonya ada di Pak Pratikno (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)," sambungnya.

Cucun menegaskan, di masa tanggap darurat ini tidak ada yang pegang komando lain. Baik TNI maupun Polri, semuanya harus berpegang teguh pada satu komando.

"Tidak ada yang pegang komando lain-lain semua, mau TNI mau Polri, tetap komandonya penanganan darurat bencana satu komando sesuai UU. Tidak ada yang mengibarkan bendera masing-masing," kata Cucun.

Pada kesempatan tersebut, Cucun mendengarkan masukan dari sejumlah pihak mengenai kondisi wilayah terdampak gempa. Dia mendengar masukan ada 1 rumah sakit dan 19 puskesmas yang tidak bisa beroperasi akibat gempa.

Namun ternyata, ada fasilitas kesehatan yang sebelum gempa terjadi pun, memang sudah seharusnya direvitalisasi. Ia meminta hal itu menjadi perhatian pihak terkait, dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

"Pak Wamenkes ya, tolong dicatat tadi usulannya, tanpa gempa pun memang haus sudah diperbaiki rumah sakit, kita harus revitalisasi Pak, nanti lebih jelas lagi kita di Jakarta Pak ya," ucap Cucun.

Dia juga menegaskan, tim DPR tidak hanya turun ke Manggarai saja, tetapi juga ke wilayah-wilayah lain terdampak gempa. Di kesempatan yang sama, tim yang dipimpin Cucun ini juga meminta Kemendikdasmen untuk fokus merevitalisasi sekolah-sekolah yang terdampak.

"Mudah-mudahan di Dikdasmen on going tahun berjalan ini masih ada yang kemarin di anggaran berjalan, masih ada 20 ribu lagi untuk revitalisasi," ucapnya.

Satgas Galapana DPR tinjau dampak gempa di NTT. Foto: Dok. Istimewa

Dalam kesempatan itu turut hadir Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa; Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati; Wakil Ketua Komisi XI Bambang Hariyadi; Anggota Komisi II Cindy Monica Salsabila; dan Wakil Ketua Komisi X Kurniasih Mufidayati.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala BNPB, Wakil Menteri Sosial, serta Bupati Manggarai.

Sejumlah pejabat pemerintah dan pimpinan lembaga juga mengikuti pertemuan secara daring melalui Zoom. Di antaranya Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Wakil Menteri Kesehatan, dkk.