DPR Mulai Verifikasi Berkas Yudo Jelang Fit and Proper Test Calon Panglima TNI
ยทwaktu baca 3 menit

Komisi I DPR RI akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test kepada KSAL Laksamana Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI siang ini. Yudo ditunjuk Presiden Jokowi sebagai calon pengganti Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang pensiun pada Desember ini.
Anggota Komisi I Dave Laksono menerangkan rangkaian fit and proper test diawali verifikasi dokumen pagi ini pukul 10.00 WIB. Pada tahap ini, Yudo belum diwajibkan hadir.
"Pagi ini kita mulai dengan terima verifikasi berkas, mungkin sekitar jam 10 akan hadir dari Mabesal ataupun stafnya Pak Yudo itu akan menyerahkan dulu, belum Pak Yudonya sendiri. Baru menyerahkan berkas diterima kita periksa, bila sesuai baru kita laksanakan fit and proper, diperkirakan selesai jam 4 sore," kata Dave di Gedung DPR RI, Jumat (2/12).
"Kemungkinan sih pada saat pemaparan terbuka, tapi pendalaman tertutup. Karena ada beberapa hal sensitif yang tidak bisa kita buka secara langsung. [Saat verifikasi] tidak [harus datang langsung], tapi kita lihatlah perkembangannya gimana. Mungkin kalau beliau mau menyerahkan langsung, kita enggak masalah," imbuh dia.
Lebih lanjut, Dave mengatakan komisinya akan mendalami visi misi Yudo sebagai Panglima TNI dalam fit and proper test. Adapun mendalami komitmen Yudo untuk menyelesaikan berbagai persoalan keamanan negara seperti situasi di Papua dan keamanan laut Cina Selatan.
"Peremajaan alutsista dengan keterbatasan anggaran, situasi Papua, penegakan hukum, potensi mitigasi keamanan. Laut China Selatan itu hanya satu, ada banyak loh ancaman kita. Jadi jangan fokus laut China Selatan, masih ada selain Papua ada di Selat Malaka, bagian Selatan Indonesia itu juga butuh penjelasan dari beliau," terangnya.
Dave memastikan perwakilan Komisi I juga akan mengunjungi rumah Yudo sebagai bagian dari verifikasi aktual dan tradisi fit and proper test. Komisi I akan langsung bertolak ke rumah Yudo setelah Yudo disetujui sebagai Panglima TNI.
"Jam 4 selesai, lalu akan dilanjutkan dengan verifikasi aktual langsung ke kediaman beliau. Langsung hari ini juga, kita sistem ngebut. Verifikasi faktual langsung di kediaman beliau, diterima Pak Yudo dan keluarga," ujar Dave.
"Kalau memang jauh yang kita harapkan [hasil fit and proper test], itu beda cerita. Tetapi saya yakin pasti akan berjalan dengan baik," pungkasnya.
Apabila disetujui DPR, Yudo akan menjadi Panglima TNI ke-3 yang berasal dari matra laut. Yudo akan menjabat hingga masa pensiunnya pada November 2023.
Posisi penting yang pernah diemban Yudo di antaranya Panglima Komando Lintas Laut Militer (Panglima Kolinlamil) pada 12 Oktober 2017-15 Maret 2018; Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada) pada 15 Maret 2018-24 September 2019; serta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan) pada 24 September 2019-26 Mei 2020.
