DPR Rapat Bareng Menkomdigi, Bahas Wibawa Negara di Tengah Disinformasi Medsos
·waktu baca 2 menit

Komisi I DPR RI menggelar rapat bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (8/12). Rapat kali ini akan membahas penataan ulang kebijakan Kemkomdigi untuk melawan disinformasi.
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto yang duduk di kursi pimpinan. Bersamanya duduk dua Wakil Ketua Komisi I, Dave Laksono dan Sukamta.
Sementara, Meutya didampingi oleh Wamenkomdigi, Nezar Patria dan Sekjen Komdigi, Ismail, serta para pejabat eselon I.
Rapat dimulai pada pukul 10.00 WIB. Pada permulaan rapat, Utut menjelaskan agenda pembahasan rapat kali ini.
“Hari ini pembahasan kita adalah dua titik, yang pertama adalah penataan ulang, ini konsepnya untuk kebaikan karena Menkomdigi punya fungsi yang sangat vital untuk membuat negara makin baik,” ucap Utut.
Kata Utut, kebijakan baru ini nantinya bertujuan untuk mencegah kegaduhan akibat disinformasi di media sosial.
“Penataan ulang kebijakan merumuskan regulasi kritis, menjaga wibawa negara di tengah disinformasi media sosial," kata Utut.
"Dan yang kedua juga ketahanan digital negara, kebijakan strategis kolaboratif untuk mencegah risiko kegaduhan akibat informasi tanpa kendali,” tambah dia.
Agenda lain yang akan dibahas, yakni pansel calon KPI dan KIP.
Meutya pun memulai pemaparannya dengan menjelaskan update penanggulangan BTS terdampak banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh.
“Untuk saat ini, angka pemulihan jumlah BTS yang terdampak mulai stabil terutama untuk aceh dan sumatera utara. Saat ini, untuk Aceh dan Sumut secara persentase yang belum kembali adalah Sumut 5,74 artinya kurang lebih 95 persen sudah pulih. Kemudian Sumatera Barat 2,81 yang masih terdampak artinya kurang lebih 97-98 persen sudah pulih,” ucap Meutya.
“Kita masih punya PR di Aceh bapak, yaitu 60,72 persen masih terdampak. Ini dikarenakan power, jadi kalo insyaallah nanti listrik sudah masuk, angka ini kita meyakini bisa up sampe 75 persen ketika listrik sudah masuk,” tambahnya.
Meutya pun melanjutkan pemaparannya soal disinformasi seperti yang sudah diagendakan di dalam rapat. Sampai berita ini dibuat, rapat masih berlangsung.
