DPR RI Singgung Palestina di Forum Parlemen Internasional, Israel Walkout
·waktu baca 2 menit

Delegasi Israel walkout dari Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-150 yang digelar di Uzbekistan pada Rabu (9/4). Momen itu terjadi saat delegasi Indonesia menyinggung Palestina.
Ketika itu, perwakilan dari Indonesia mendesak resolusi dua negara atau two state solution untuk Palestina.
"Alhamdulilah ini luar biasa membuat delegasi Israel walkout, karena kalah total dalam membahas tentang two state solution untuk Palestina. Dan ini pertama kali, karena biasanya Israel dan negara-negara barat punya kekuatan. Sekarang isunya semua ingin perdamaian dan ingin Palestina merdeka," kata Ketua BKSAP Mardani Ali Sera kepada wartawan.
Mardani mengatakan, dorongan two state solution ini merupakan bentuk dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina terus disuarakan.
Apalagi, kata Mardani, Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia sehingga sudah menjadi kewajiban moral dan konstitusional bagi Indonesia untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.
"Kita bersyukur Indonesia salah satu yang paling vokal dan paling utama mengangkat kemerdekaan Palestina. Karena kita punya hutang konstitusi kepada Palestina. Negara yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Palestina," tuturnya.
Mardani puas resolusi two state solution untuk Palestina berhasil dibawa ke panggung utama Sidang IPU ke-150. Hal ini memberikan harapan bagi rakyat Palestina untuk hidup damai dan merdeka di tanah airnya sendiri.
"Sekarang Palestina sedang berjuang untuk merdeka. saatnya kita dukung penuh kemerdekaan Palestina. Alhamdulillah dengan segala perjuangan, item yang tidak mudah, resolusi untuk two-state solution for Palestine. Insyaallah akan segera berhasil membuat Israel dan negara-negara pendukungnya kalah," tuturnya.
IPU adalah organisasi global yang terdiri dari 182 parlemen nasional dari berbagai negara di dunia. Pada tanggal 5 hingga 9 April 2025, IPU menggelar Sidang Umum ke-150 di Tashkent.
Setiap delegasi terdiri dari anggota parlemen dan pejabat terkait dari negara masing-masing. Selain itu, terdapat 15 anggota asosiasi, termasuk organisasi parlemen regional seperti Parlemen Arab dan Parlemen Eropa, yang juga berpartisipasi dalam sidang ini.
Tema utama Sidang Umum ke-150 adalah “Tindakan Parlemen untuk Pembangunan Sosial dan Keadilan”.
Agenda ini mencakup diskusi tentang pemberantasan kemiskinan, promosi pekerjaan yang layak, inklusi sosial, dan peningkatan partisipasi kelompok marginal dalam pengambilan keputusan.
