DPRD DKI Imbau Anies Pakai Pendekatan Persuasif Saat Tertibkan Warga

Pemprov DKI Jakarta menertibkan bangunan dan tempat usaha di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Jakarta Utara, Kamis (14/11). Bangunan ini ditertibkan karena berada di lahan yang digunakan untuk normalisasi kali.
Penertiban ini mengundang berbagai reaksi. Warga merasa tidak diajak bicara sebelum penertiban dilakukan. Bahkan, warga mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait janji tak menggusur warga.
Terkait hal itu, Anggota DPRD DKI Nova Paloh menuturkan sebaiknya Pemprov DKI melakukan pendekatan ke warga agar tidak mendapatkan reaksi negatif. Menurutnya, penertiban harus dilakukan oleh Pemprov until melaksanakan program prioritas untuk normalisasi saluran air.
"Kan (penertiban) ini masalah pendekatan. Pendekatannya seperti apa ke masyarakat? Tapi memang ini buah simalakama kan. Kalau enggak dikerjakan ini program prioritas," kata Nova kepada wartawan, Senin (18/11).
Politikus NasDem itu mengatakan untuk menjalani program normalisasi, Pemprov memerlukan lahan untuk pelaksanaannya. Yang harus diperhatikan, status lahan itu seperti apa. Milik warga atau milik negara.
"Masalah air, masalah normalisasi kali. Ini kan termasuk kan. Nah kalau normalisasi kali itu kan memang warga yang memiliki sertifikat dan itu ada mungkin ada kesepakatan dengan Pemprov untuk dibeli. Nah, ini kan karena warganya ilegal sehingga tidak punya sertifikat atau kekuatan dia untuk menguasai lahan," kata Nova.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi D itu mengimbau sebaiknya Pemprov DKI memberikan pemberitahuan terlebih dahulu hingga warga menyiapkan tempat tinggal lain. Selain itu, kata dia, sebaiknya penertiban dilakukan secara persuasif.
"Tapi paling penting, program prioritas itu harus berjalan. Itu yang paling penting. Kedua, kita imbau Pemprov kalau mau gusur orang ya diberikan tempat yang layak. Kemudian, sudah jauh-jauh hari (diberi tahu), jangan tiba-tiba semua dibongkar," tutur dia.
"Harus ada koordinasi dengan warganya, harus jelas dan beri tempat yang lain, harus persuasif dengan warga," tutupnya.
