DPRD DKI Sidak, Pertanyakan Revitalisasi Monas

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi di sisi Selatan Monas yang gundul, Jakarta, Senin (20/1/2020). Foto: Efira Tamara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi di sisi Selatan Monas yang gundul, Jakarta, Senin (20/1/2020). Foto: Efira Tamara/kumparan

Proyek revitalisasi Monas sisi selatan menjadi sorotan. Sejumlah warga menyoroti banyaknya pohon yang ditebang saat revitalisasi itu.

Sejumlah anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta menyidak proyek revitalisasi sisi Selatan Monas yang gundul. Dalam proyek revitalisasi ini ada 190 pohon harus ditebang.

Anggota Komisi B DPRD DKI Fraksi PDIP Pandapotan Sinaga menyebut DPRD kecolongan dengan proyek ini. Dia mengaku baru mengetahui proyek ini dari media massa.

Komisi B DPRD DKI Jakarta saat meninjau sisi Selatan Monas yang gundul, Jakarta, Senin (20/1/2020). Foto: Efira Tamara/kumparan

"Ini kecolonganlah di depan Balai Kota kita melihat seperti ini. Kita tahu setelah dari koran tadi ada pemotongan pohon. Dan ini enggak kelihatan dari jalan. Dan setelah lihat makin curiga kita makin pertanyakan," ujar Pandapotan di sisi Selatan Monas, Jakarta, Senin (20/1).

Saat menyidak, sejumlah anggota DPRD mempertanyakan kejelasan dari proyek ini. Nyatanya, dia mengatakan, revitalisasi ini menggunakan anggaran 2019.

Kondisi di sisi Selatan Monas yang gundul, Jakarta, Senin (20/1/2020). Foto: Efira Tamara/kumparan

"Pekerjaannya ini adalah anggaran 2019, dikerjakan tahun 2020. Masa kerjanya kita cek 50 hari kerja. Makanya saya terkejut juga melihat pekerjaan ini, kok dipaksain seperti ini," kata dia

"Toh kan kalau pekerjaan anggaran 2019 bisa dikerjakan 2020 pakai anggaran apa? Makanya kita pertanyakan pada pihak perusahaan enggak ada yang bisa jawab," lanjutnya.

Dia juga mempertanyakan pohon yang semula ada di sisi Selatan. Menurutnya, revitalisasi Monas yang notabene merupakan ruang terbuka hijau (RTH). Sehingga seharusnya pohon-pohon dipindahkan, bukan ditebang.

"Pekerjaan ini adalah dalam rangka yang dikatakan revitalisasi Monas adalah memindahkan pohon yang katanya dipindahkan, bukan ditebang. Giliran kita di sini kita lihat bukan dipindahkan malah ditebang," tururnya.

Kondisi di sisi Selatan Monas yang gundul, Jakarta, Senin (20/1/2020). Foto: Efira Tamara/kumparan

Selain itu, dia juga menilai, Monas harusnya menjadi kawasan yang memiliki resapan air. Sementara dari hasil sidak, nyatanya hampir seluruh bagian yang tengah direvitalisasi dibeton.

"Manakala kita butuh resapan air tapi malah kita bangun seperti ini beton-beton. Makanya teman-teman saya apakah beton ini bisa serap air," tegasnya.

Usai sidak ini, kata dia, DPRD DKI rencananya akan memanggil Dinas Cipta Karya, Tata ruang, Pertanahan, dan dinas terkait lainnya.

Dari desain yang diterima kumparan, sisi Selatan Monas akan hadir Plaza Apel, Plaza Selatan, dan Plaza Median Perpusnas.

kumparan post embed

Dalam revitalisasi sisi Selatan Monas, Pemprov DKI Jakarta terpaksa menebang 190 pohon. Tapi, tidak semuanya ditebang lalu dibuang begitu saja. Ada beberapa pohon yang dipindahkan ke titik lainnya di kawasan Monas.

“Dari 190 pohon di area Selatan, beberapa akan dilakukan pemindahan ke area Barat, Timur, serta area parkir kendaraan yang selama ini berada di kawasan Medan Merdeka, atau dikenal dengan eks parkir IRTI (Ikatan Restoran dan Taman Indonesia),” kata Kepala Unit Pengelola Monas, Muhamad Isa Sanuri.

Lapangan Plaza sebagai wadah ekspresi warga di setiap sisi Monas. Selain itu, ada juga pembangunan kolam yang dapat merefleksikan bayangan Tugu Monas. Proses revitalisasi mulai dilaksanakan di area Monas selatan seluas 34.841 meter persegi.

Suasana pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Isa mengatakan, revitalisasi merupakan bagian dari Rencana Induk Penataan Rencana Tapak Kawasan Medan Merdeka, hasil dari sayembara desain yang pemenangnya ditetapkan pada awal 2019. Saat ini pelaksanaannya sedang dikerjakan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta sejak 2019, dengan target pengerjaan selama 3 (tiga) tahun, atau akan selesai pada 2021.

Sementara, Kepala Dinas Citata Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto, rencana revitalisasi kawasan Medan Merdeka dan Tugu Nasional telah dipersiapkan secara matang, dari Desain Penataan Rencana Tapak Kawasan Medan Merdeka, Desain interior Tugu Nasional, hingga kawasan fisik.

"Proses revitalisasi ini mulai dilaksanakan pada 2019, bersamaan dengan revitalisasi Masjid Istiqlal dan kawasan di sekitar Lapangan Banteng. Ketiga wilayah tersebut nantinya akan terhubung dengan jalur pejalan kaki yang lebar dan rapi," terang Heru.