DPRD DKI soal 4 Atlet Jepang Terlibat Prostitusi: Ini Tamparan Keras

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Mualif ikut angkat bicara mengenai 4 atlet basket Asian Games dari Jepang yang dipulangkan karena terpergok melakukan prostitusi di Blok M. Mualif menganggap kejadian itu merupakan tamparan bagi pihak DPRD DKI untuk memonitor Pemprov DKI terkait pengawasan prostitusi di Jakarta.
“Jepang sendiri begitu konsen untuk memberikan sanksi kepada atletnya. Tentunya ini Indonesia sebagai tuan rumah apalagi Jakarta ini menjadi catatan juga bahwa ternyata masih ada (prostitusi). Ini teguran keras buat kami, tamparan juga. Nanti akan kami coba tindaklanjuti,” kata Mualif di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih Jakarta, Senin, (20/8).
Untuk itu, Mualif meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Satpol PP DKI menindaklanjuti temuan tersebut. Sebab, pemerintah sudah melarang keras kegiatan prostitusi. Mualif sendiri bersama para anggota dewan yang lain telah melakukan pengawasan secara langsung tetapi tidak pernah menemukan adanya prostitusi di Jakarta.
“Persoalan laporan ini kan kadang-kadang beberapa kali kita investigasi ke lapangan enggak ada. Nah dengan adanya contoh ini kan artinya berarti ada (prostitusi),” ucap dia.

Sementara itu, Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Asiantoro mengatakan, belum mengetahui informasi pemulangan atlet Jepang karena kasus prostitusi. Namun Asiantoro menegaskan pengawasan akan lebih ditingkatkan lagi.
“Kita belum tahu infonya, saya belum tahu, kita belum dapat kabar. Kita akan tanya pengawasan, saya belum tahu, dicek dulu dong. Yang jelas (pengawasan) harus ditingkatkan,” kata Asiantoro.
