DPRD DKI soal Alexis Ditutup: Ini Pelajaran, Jangan Salah Gunakan Izin

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana depan Alexis usai penutupan (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana depan Alexis usai penutupan (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Gubernur DKI Anies Baswedan menutup seluruh tempat usaha Alexis sebab diduga di dalamnya terdapat bisnis prostitusi. Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana menegaskan penutupan tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi tempat usaha serupa di Jakarta.

Pria yang karib disapa Sani itu mendukung penutupan Alexis secara menyeluruh. Sebab menurutnya, sudah sepatutnya izin operasi seluruh tempat hiburan yang terindikasi melakukan bisnis narkoba, prostitusi, dan pelanggaran lainnya dievaluasi secara berkala.

“Jadi ini menjadi sebuah pelajaranlah agar ke depannya lebih berhati-hati. Jangan izin itu disalahgunakan untuk hal-hal yang sifatnya terlarang," kata Sani di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, (28/3)

"Kecuali kalau peruntukan dilanggar oleh hal-hal yang lain misalkan restoran, tidak boleh menjual minuman keras dijual minuman keras, itu baru perdata. Kalau prostitusi dan narkoba itu melanggar hukum,” imbuh dia.

Triwisaksana dan Anies Baswedan. (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Triwisaksana dan Anies Baswedan. (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)

Menurut politikus PKS itu, penutupan Alexis tak akan mempengaruhi pendapatan Pemprov DKI. Pergub yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Anies Baswedan terkait aturan usaha hiburan di DKI, justru akan semakin membuat investor tertarik berinvestasi.

“Kalau cuma Alexis enggak besar, apalagi kalau ada penegakan seperti ini kan saya yakin para investor semakin merasa aman dan percaya karena kompetisi berlangsung dengan fair,” terang dia.

“Jadi kalau ada hal-hal yang sifatnya tambahan-tambahan yang enggak benar kayak jadi Alexis, jadi pemerintah tegas. Saya kira pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan itu tidak signifikan pengaruhnya,” tutupnya.