DPRD DKI Soroti Lemahnya Penindakan & Transparansi soal Kabel Semrawut Jakarta
·waktu baca 2 menit

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menanggapi masih adanya kabel semrawut yang masih ditemukan di sejumlah titik Jakarta. Menurutnya, selain merusak wajah kota, kabel-kabel itu juga bisa membahayakan warga.
“Kabel-kabel semrawut dan menjuntai di Jakarta bukan cuma merusak estetika kota, tapi juga ancaman serius bagi keselamatan warga. Apalagi kalau sudah mencuat dan menjalar ke badan jalan” kata Wibi saat dihubungi, Rabu (30/7).
Wibi menyebut pihaknya telah mendorong sejumlah dinas untuk segera melakukan penataan.
“Kami mendorong Dinas Bina Marga bersama Dishub dan Dinas Kominfotik untuk segera menertibkan titik-titik rawan, sekaligus melakukan penurunan kabel ke bawah tanah (ducting) secara bertahap tapi konsisten,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penindakan terhadap provider yang sembarangan memasang kabel. Sanksi berat hingga pencabutan izin disebut sebagai langkah untuk memberikan efek jera.
“Provider yang sembarangan narik kabel harus diberi sanksi tegas baik administratif hingga pencabutan izin operasional jika membandel, karena ini soal keamanan publik,” tegas Wibi.
Namun, ia menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap pelanggaran yang terjadi di lapangan.
Tapi sayangnya, penindakan masih lemah dan tak transparan. Kami minta pendataan dan sanksi terhadap provider nakal ini diumumkan secara terbuka agar ada efek jera dan warga bisa ikut mengawasi,"
-Wibi Andrino
Wibi pun menyebut, pihaknya akan segera memanggil Bina Marga untuk penindakan serta penjelasan sanksi yang diberikan.
“Kita akan agendakan (pertemuan dengan Bina Marga),” pungkasnya.
Sebelumnya, pantauan kumparan pada Rabu (30/7) pukul 09.16 WIB menunjukkan kondisi kabel yang tak tertata di sejumlah titik sepanjang Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Di satu sisi, tepat di area pedagang kaki lima mangkal, terlihat kumpulan kabel tergulung dengan acak. Seorang penjual jamu tampak berjualan tepat dekat gulungan kabel tersebut.
Di titik lainnya, di trotoar tempat pejalan kaki lewat, kabel fiber optik bahkan terlihat mencuat ke arah jalur pejalan kaki. Kondisi itu menciptakan potensi bahaya yang mengintai siapa pun yang melintas.
Raminne (22), salah satu pejalan kaki yang bekerja di kawasan Tendean, melintas di jalur itu setiap hari. Ia mengaku waswas dengan kondisi kabel semrawut di trotoar yang selalu ia lewati.
“Aku kalau ada kabel yang kelihatan putus dan dalamnya itu keluar gitu, takut berbahaya. Kita enggak tahu saluran listrik di dalamnya bisa bikin nyetrum atau enggak gitu kan. Jadi kadang kalau lihat kabel berantakan, khawatirnya karena itu,” ungkapnya.
