DPRD Jatim soal Siswi SD di Gresik Dicolok hingga Buta: Cari Pelaku Sampai Dapat

19 September 2023 11:29
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Siswi kelas 2 SD di Gresik mengalami kebutaan karena matanya dicolok tusuk bakso. Foto: Dok. Mili.id
ADVERTISEMENT
Mata kanan SAH (8) siswi kelas 2 SD Negeri 236 Gresik buta karena colok menggunakan tusuk sate oleh kakak kelasnya di sekolah. Hal itu terjadi karena SAH tak mau memberikan uang jajannya saat dipalak.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi E DPRD Jatim, Mathur Husyairi menyayangkan pihak sekolah yang tidak transparan dalam membantu pengusutan kasus ini.
Sebab, hingga kini, pihak sekolah belum memberikan keterangan apa pun terkait kejadian ini.
"Saya menyayangkan kejadian ini, ini musibah yang memalukan dunia pendidikan," ujar Mathur kepada kumparan, Selasa (19/9).
Untuk itu, Mathur mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus ini dan meminta pihak sekolah untuk membantu proses penyelidikan.
Terkait dengan CCTV yang terhapus saat hari kejadian, Mathur percaya Polda Jatim dapat mengembalikan data rekaman yang hilang sebagai alat bukti pengusutan kasus ini.
"Ada pasal tersendiri karena menghilangkan alat bukti. Itu pidana. Saya yakin ahli ITE Polda Jatim bisa me-recovery file yang dihapus," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Mathur berharap, kasus ini dapat diusut tuntas hingga menemukan pelaku yang mencolok mata kanan SAH tersebut.
"Usut tuntas kasus ini, dan semua pihak lebih care terhadap anak didiknya," tandasnya.

Polres Gresik Bentuk Timsus

Polres Gresik membentuk tim khusus (timsus) yang beranggotakan 35 personel untuk mengusut kasus pencolokan mata kanan siswi SD negeri berinisial SAH (8 tahun) hingga buta.
"Agar perkara ini cepat terselesaikan," kata Kasat Reskrim Polres Gresik Aldhino Prima Wirdan, Senin (18/9).
Pembentukan timsus dilatarbelakangi kasus tersebut yang menyita perhatian publik. Kasus terjadi pada 7 Agustus 2023 lalu.
"Timsus nantinya akan langsung saya pimpin di bawah kendali Kanit PPA, di mana 35 personel ini akan kita sebar untuk memeriksa banyak saksi," katanya.
ADVERTISEMENT
"Dari semalam, kasus ini naik dari lidik (penyelidikan) menjadi sidik (penyidikan). Dari proses penyidikan itu kita sudah periksa 7 saksi dan berhasil kita amankan bukti DVR CCTV, serta baju seragam yang dikenakan korban saat kejadian," kata Aldhino.

Rekaman CCTV Sekolah Terhapus

Sebanyak tujuh saksi diperiksa dan sejumlah bukti digital video recorder (DVR) CCTV sekolah diamankan.
"Dalam kasus ini kita periksa tujuh orang. Antara lain dari pihak kepala sekolah, guru, keluarga, serta tetangga korban," terang Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdan, pada Senin (18/9).
Namun rekaman CCTV pada hari kejadian terhapus. Polisi akan melakukan pemeriksaan pada DVR .
"Kami belum bisa pastikan ada atau tidaknya upaya penghapusan rekaman di dalam CCTV tersebut. Sebab, hari ini baru kita kirimkan ke lab forensik," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Aldhino mengatakan, selain mengumpulkan saksi, kepolisian juga memeriksa dokter dari rumah sakit yang memeriksa siswi SAH.
"Rencana tindak lanjut kami, kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap dokter mata yang sudah memeriksa korban kala itu," katanya.