dr Reisa Puji Aceh, DIY, Maluku hingga Papua yang Gotong Royong Tangani Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
dr Reisa Broto Asmoro. Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
dr Reisa Broto Asmoro. Foto: Dok. BNPB

dr Reisa Broto Asmoro menyinggung jumlah kasus positif corona di Indonesia yang sudah melampaui China. Meski demikian, Reisa meminta masyarakat tak terlalu terpaku pada perbandingan data kasus per hari yang cepat berubah.

Menurut dr Reisa, cara paling tepat untuk melawan corona adalah dengan tetap bekerja sama. Penanganan gotong royong bisa dilakukan baik oleh masyarakat maupun pemimpin daerah.

"Cara terbaik adalah tetap optimis dan gotong royong. Masyarakat Aceh bisa, Bintan bisa, Gorontalo bisa, DIY, bisa. Maluku dan Papua, memberikan contoh mereka bisa. Sebagian wilayah bisa melindungi diri mereka dan menjadi kooperatif dan mendukung upaya pemerintah, lalu menerapkan protokol kebijakan Adaptasi Kebisaaan Baru (AKB)," ujar dr Reisa dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin (20/7).

Laporan media harian COVID-19 pada Senin (20/7). Foto: Kemenkes RI

"Selama vaksin belum ditemukan, harus berdampingan dengan COVID-19. Jaga jarak aman, pakai masker, jadikan AKB di masa pandemi. Virus ini memanfaatkan ketidakkompakkan kita," tutur anggota tim komunikasi Gugus Tugas ini.

Reisa juga menyampaikan perubahan zonasi risiko daerah COVID-19 yang mulai mengalami pergeseran. Sejak akhir Mei hingga 12 Juli 2020, zona merah atau wilayah dengan risiko penyebaran corona tinggi hanya ada di 31 kabupaten/kota, dari semula 108 kabupaten/kota.

Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro. Foto: BNPB

"Zona hijau atau wilayah tak terdampak bisa dipertahankan lebih dari 100 kabupaten/kota dengan minim risiko, beberapa daerah sudah menyatakan bahwa resep sukses mereka hanya 1," kata Reisa.

"Yakni, komponen pimpinan daerah menetapkan protokol kesehatan baik individu atau kolektif, baik dalam edukasi, pemberlakuan sanksi atau penerapan protokol. Ini jadi norma baru yang diadopsi oleh lapisan masyarakat," tuturnya.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

embed from external kumparan