dr Richard Lee Respons IDI soal Dokter Influencer Promo Produk: Apa Manfaat IDI?

5 Maret 2024 12:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dr Richard Lee di Kuningan, Senin (14/8/2023). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dr Richard Lee di Kuningan, Senin (14/8/2023). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dokter sekaligus influencer, dr. Richard Lee, menanggapi perihal pernyataan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) soal larangan dokter influencer mempromosikan produknya di media sosial.
ADVERTISEMENT
Menurut dr. Richard, aturan tersebut bukanlah aturan baru. Namun ia berterimakasih telah diingatkan oleh IDI.
"Ya saya sih senang ya dengan imbauan IDI. Saya pikir sih sudah tepat, ya, karena itu kan bukan aturan yang baru, itu aturan yang lama yang sudah ada. Jadi sebenarnya saya diingatkan begitu saya terima kasih," ujar dr. Richard saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (5/3).
Baginya, tugas dan kewajiban dari IDI tidak hanya sekadar melarang para dokter untuk mempromosikan produknya, melainkan IDI juga harus bisa memberikan solusi.
"Tapi menurut saya tugas dan kewajiban IDI harus berimbang, ya. Bukan cuma bisa melarang tapi juga bisa mencarikan solusi untuk anggotanya," ucap dr. Richard.
Ia juga menanyakan terkait apa manfaat bergabung menjadi anggota dari IDI.
Dr Richard Lee di Kuningan, Senin (14/8/2023). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
Sebab ia merasakan bahwa saat dirinya terkena masalah, IDI justru angkat tangan pada hal itu.
ADVERTISEMENT
"Kadang-kadang saya juga bertanya, ya, apa sih manfaatnya jadi anggota IDI? Ketika kita ada masalah, kita ngadu ke IDI enggak dibantu," tuturnya.
"Saya sendiri salah satu saksi nyata yang pernah minta bantuan IDI enggak dibantu oleh IDI," tambahnya.
Pelarangan IDI dinilai tidak tepat karena tidak selaras dengan bantuan yang diberikan kepada anggotanya. dr. Richard menyatakan, IDI seharusnya mengayomi dan melindungi, bukan hanya melarang saja.
"Saya pikir enggak pas ya kalau misalnya IDI hadir cuma untuk melarang-larang anggotanya saja, atau memberikan hukuman kepada anggotanya saja," imbuhnya.
"Saya pikir IDI juga kan harus mengayomi, memberikan edukasi, melindungi. Saya pikir tugas dan kewajiban IDI ada di sana, ya," sambungnya.
dr. Richard mengaku pernah meminta perlindungan hukum kepada IDI saat dirinya berseteru dengan Kartika Putri soal skincare abal-abal.
ADVERTISEMENT
Namun IDI juga tak kunjung menanggapi dan memberi perlindungan hukum untuknya.
"Saya pernah satu kali minta ke IDI perlindungan hukum. Karena kan waktu dulu saya pernah berseteru dengan Kartika Putri. Saya pernah minta perlindungan hukum, saya bersurat kepada IDI tapi juga enggak dibantu," pungkasnya.