dr Sriyanto Ingin Kampanye Plasma Darah sebagai Obat Corona Lebih Masif

4 Desember 2020 18:49
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
dr Sriyanto Ingin Kampanye Plasma Darah sebagai Obat Corona Lebih Masif (11232)
zoom-in-whitePerbesar
dr Sriyanto, penyintas COVID-19. Foto: Dok. dr Sriyanto
ADVERTISEMENT
dr Sriyanto merasakan betul efek dari terapi plasma darah sangat membantunya sembuh dari COVID-19. Ia mendorong pemerintah lebih gencar mengkampanyekan terapi ini dilakukan di setiap rumah sakit di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Bagaimana tidak, ia yang selama 6 hari merasa lemas, demam, dan batuk-batuk tiba-tiba sembuh setelah mendapat 2 kantong plasma darah penyintas corona.
"Pokoknya pakai plasma, enggak usah pakai obat aneh-aneh. Macem-macem obat, wis sudah pakai plasma saja. Plasma darah orang yang sembuh dia kan langsung ada antibodinya. Yang bikin sembuh kan antibodi ini. Sudah ada dan tinggi banget," kata dr Sriyanto kepada kumparan, Jumat (4/12).
Dia memesan secara khusus plasma darah itu ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. dr Sriyanto menugaskan sopirnya berangkat dari tempatnya, Wonogiri, ke Ibu Kota pada hari ke-6 perawatan di RSUD Moewardi Solo.
dr Sriyanto Ingin Kampanye Plasma Darah sebagai Obat Corona Lebih Masif (11233)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
Baginya membayar per kantong Rp 2 juta harus dilakukan demi kesembuhannya. Sebab, dokter bedah itu begitu yakin plasma darah adalah yang paling efektif mengobati pasien COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Ibaratnya diberi ratusan ribu tentara suruh berkelahi sama COVID. Masuk akal itu kok. Terapinya kayak donor darah biasa, saya cuma 90 menit selesai. Sekali terapi 200 cc satu kantong," ungkap dia.
dr Sriyanto mengusulkan ke pemerintah agar semakin intensif mengkampanyekan terapi ini. Menurutnya, masyarakat penyintas corona juga banyak yang ingin menolong pasien lain.
Menurutnya, terapi ini masih minim dilakukan karena stok plasma darah penyintas corona belum banyak. Oleh karena itu, dr Sriyanto ingin sekali kampanye dimasifkan.
dr Sriyanto Ingin Kampanye Plasma Darah sebagai Obat Corona Lebih Masif (11234)
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
"Mengusahakan plasma asal ada pressure kuat itu gampang. Katanya orang-orang enggak mau berkorban kok, itu salah. Plasma sebenarnya kalau dibujuk, diberi penghargaan, diurus. Kalau bilang mau nyumbang plasma dipersulit itu salah. Orang Indonesia baik-baik, mau donor itu," tutur dia.
"Cuma alasan mereka kadang enggak mau donor, siapa bilang? Wong belum ditawari. Taruhlah PMI pusat, pemerintah bujuk penyintas. Pak, Bu, yuk donor. Pahalanya besar dan dikasih surat penghargaan. Udah banyak yang mau pasti," imbuhnya.
dr Sriyanto Ingin Kampanye Plasma Darah sebagai Obat Corona Lebih Masif (11235)
zoom-in-whitePerbesar
dr Sriyanto, penyintas COVID-19. Foto: Dok. dr Sriyanto
Tak hanya menunggu, dr Sriyanto pun telah mulai bergerak bersama rekan seprofesinya yang juga penyintas. Sebab, dengan data yang semakin banyak semakin menunjukkan bahwa terapi plasma darah valid untuk mengobati pasien corona.
ADVERTISEMENT
"Wong menolong orang kok. Saya udah survei ke teman-teman dokter, gimana kalau bikin gerakan plasma. Kita data semua pasien-pasien yang sudah sembuh dan darahnya bagus kita bujuki. Yuk kita kumpul-kumpul, teman-teman saya mau kok," jelasnya.
"Tuduhan orang Indonesia egois enggak mau donor, salah. Wong belum dicoba kok," tutup dr Sriyanto yang dirawat selama 12 hari di RSUD Moewardi Solo itu.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020