Drone Israel Kembali Hujani Lebanon, 5 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kobaran api melanda setelah pemboman Israel terhadap ladang tenaga surya dan fasilitas pembangkit listrik di kota pesisir selatan Lebanon, Tyre, pada 4 Maret 2026.
 Foto: KAWNAT HAJU/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kobaran api melanda setelah pemboman Israel terhadap ladang tenaga surya dan fasilitas pembangkit listrik di kota pesisir selatan Lebanon, Tyre, pada 4 Maret 2026. Foto: KAWNAT HAJU/AFP

Serangan udara Israel kembali menghantam sejumlah wilayah di Lebanon pada Kamis (5/3). Sedikitnya total lima orang dilaporkan tewas akibat serangan terbaru itu.

Menurut laporan media pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), serangan drone tersebut menargetkan jalan utama di wilayah selatan negara itu.

“Serangan drone menargetkan jalan Tyre-Naqoura di dekat kota Qalila dan menewaskan sedikitnya tiga orang,” ungkap NNA.

Serangan lain juga dilaporkan terjadi di wilayah utara Lebanon. Sebelumnya, serangan udara menghantam kamp pengungsi Beddawi yang terletak dekat kota Tripoli, lokasi yang cukup jauh dari wilayah yang biasanya menjadi target utama serangan Israel di selatan Lebanon.

Para pekerja menyingkirkan puing-puing kendaraan yang menjadi sasaran serangan udara Israel di jalan raya menuju bandara internasional Beirut pada 4 Maret 2026. Foto: KAWNAT HAJU/AFP

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan serangan di Beddawi tersebut menewaskan setidaknya dua orang.

Di wilayah selatan, NNA juga melaporkan serangan Israel menghantam sebuah rumah di distrik Al Shahabiya, dekat kota pesisir Tyre.

Serangan udara Israel juga menyasar pinggiran selatan Beirut, termasuk distrik Ghobeiri, Haret Hreik, dan Bir al-Abed.

Sementara itu, laporan dari AlJazeera Arabic menyebut serangan udara Israel juga terjadi di wilayah Nabatieh dalam satu jam terakhir. Hingga kini belum ada laporan korban dari serangan tersebut.

Israel diketahui berulang kali menggempur wilayah Nabatieh dengan alasan adanya kehadiran kuat kelompok militan Hizbullah di daerah itu.

Sejak Senin (2/3), serangan Israel di berbagai wilayah Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 50 orang, menandai meningkatnya eskalasi konflik di sepanjang perbatasan kedua negara.