Drone Rusia Serang Kereta Dekat Polandia, Rombongan Boris Johnson Sempat Lewat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eks Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyampaikan pidato pada hari terakhirnya menjabat, di luar Downing Street, di London Inggris, Selasa (6/9/2022).  Foto: Hannah McKay/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Eks Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyampaikan pidato pada hari terakhirnya menjabat, di luar Downing Street, di London Inggris, Selasa (6/9/2022). Foto: Hannah McKay/REUTERS

Serangan drone Rusia menghantam sebuah kereta penumpang yang berada di perbatasan Polandia dan Ukraina, Minggu (14/9). Jalur rel yang terkena serangan Rusia sempat digunakan oleh rombongan eks PM Inggris Boris Johnson dan rombongan diplomatik Uni Eropa.

Menurut laporan otoritas kereta di Ukraina, jalur itu kerap digunakan rombongan diplomatik atau kenegaraan pejabat yang kembali dari Ibu Kota Kiev. Jarak rel dengan perbatasan Polandia hanya sekitar lima kilometer.

Mereka menambahkan, tidak ada laporan korban jiwa atau luka dalam serangan drone Rusia tersebut.

Salah satu tokoh penting yang berada di kereta di jalur serangan Rusia adalah Carl Bildt. Dia menyebut ada upaya evakuasi sebelum serangan drone menghantam.

"Itu bukan kereta kami, tapi cuma berjarak beberapa menit setelah kami di jalur perbatasan. Itu sudah dievakuasi saat drone mendekat dan tidak ada yang terluka," kata Bildt seperti dikutip dari Reuters.

Asap mengepul di kota selama serangan rudal Rusia di Kiev, Ukraina, Selasa (11/8/2026). Foto: Gleb Garanich/REUTERS

Dia menambahkan, dirinya dan beberapa politikus kembali ke Eropa menggunakan kereta lain. Mereka berada di Kiev untuk menghadiri sebuah konferensi.

Adapun Boris Johnson mengutuk keras serangan drone tersebut. Johnson menyebut serangan itu sebagai aksi acak dan tak masuk akal.

Sampai sekarang, perang Rusia dan Ukraina masih berlangsung sejak empat tahun lalu. Namun, kondisi di garis depan pertempuran kini lebih statis. Kedua negara meningkatkan serangan menggunakan senjata jarak jauh.

Sementara itu, Menlu Polandia Radoslaw Sikorski memandang Rusia sedang meningkatkan serangan terhadap negara-negara di garis depan NATO. Ia menyebut tindakan terbaru Rusia sebagai eskalasi konflik.