Dua Hari Berturut-turut, Pangeran MBS Telepon Xi Jinping dan Putin
ยทwaktu baca 3 menit

Dalam tempo dua hari, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran MBS melakukan kontak telepon dengan dua pemimpin dunia, yaitu Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurut kantor berita SPA, Pangeran MBS yang juga merangkap Wakil PM dan Menhan ini, menelepon Jinping pada Jumat (15/4).
Keduanya membahas hubungan bilateral yang menonjol dan cara mengembangkannya dalam Komite Gabungan Saudi-China.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk lebih berupaya meningkatkan kemitraan dan hubungan strategis sebagai dua negara sahabat. Situasi dan masalah internasional juga dibicarakan.
Dalam percakapan telepon itu, Presiden China memuji peran penting Kerajaan Arab Saudi di kawasan serta upayanya untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Yaman.
MBS Terima Telepon Putin Esok Harinya
Esok harinya, Sabtu (16/4), Pangeran MBS yang merupakan pemimpin de facto Arab Saudi ini melakukan hubungan telepon dengan Putin.
Kremlin dalam pernyataan tertulis yang diunggah di situsnya menjelaskan, telepon ini atas inisiatif pihak Saudi. Sedang SPA menyebut, MBS menerima telepon dari Putin.
Kedua pemimpin membahas masalah kerja sama bilateral saat ini, termasuk dalam perdagangan dan ekonomi, dan menyatakan komitmen mereka untuk lebih mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Rusia dan Arab Saudi.
Mereka memuji kerja sama dalam format OPEC Plus yang bertujuan untuk memastikan stabilitas pasar minyak global.
Mereka juga bertukar pendapat tentang beberapa topik dalam agenda internasional, termasuk situasi di sekitar Ukraina dan penyelesaian krisis Yaman.
Vladimir Putin juga mengucapkan selamat kepada para pemimpin dan rakyat Arab Saudi atas datangnya bulan suci Ramadhan.
Keduanya sepakat untuk mempertahankan kontak pada tingkat yang berbeda.
Ini merupakan komunikasi telepon kedua mereka sejak Rusia melakukan "operasi militer" ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Sambungan telepon sebelumnya terjadi 3 Maret.
Hubungan Saudi dengan AS Renggang
Komunikasi telepon MBS dengan pemimpin China dan Rusia ini terjadi di tengah hubungan AS dan Saudi sedang renggang.
Hubungan kedua negara renggang sejak Biden menjadi presiden. Mengutip Wall Street Journal, Biden yang awalnya menolak berkomunikasi dengan MBS dengan menyebut MBS yang memiliki hubungan spesial dengan Donald Trump itu bukan tokoh yang sebanding dengannya.
AS juga dinilai kurang memberi dukungan pada Saudi dalam beberapa isu seperti krisis Yaman, perjanjian nuklir Iran, hingga kurangnya dukungan pada MBS dalam kasus terbunuhnya wartawan Jamal Khassogi.
Namun, krisis minyak yang terjadi akibat serangan Rusia ke Ukraina membuat Biden menurunkan gengsinya. Dia mencoba menelepon MBS pada awal Maret 2022 untuk melobi agar Saudi meningkatkan produksi minyak. Tapi, upaya telepon Biden berulang kali ditolak oleh MBS.
Inggris juga telah melobi Arab Saudi agar meningkatkan produksi minyaknya, tapi tidak digubris.
*****
kumparan bagi-bagi starter pack kuliah senilai total Rp 30 juta untuk peserta SNMPTN 2022. Lolos atau nggak, kamu bisa tetap ikutan, lho! Intip mekanismenya di LINK ini.
