Dua Hari Berturut-turut, Pangeran MBS Telepon Xi Jinping dan Putin

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kiri) menyapa Presiden China Xi Jinping (kanan) selama pertemuan di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing pada 31 Agustus 2016. Foto: Rolex DELA PENA/POOL/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kiri) menyapa Presiden China Xi Jinping (kanan) selama pertemuan di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing pada 31 Agustus 2016. Foto: Rolex DELA PENA/POOL/AFP

Dalam tempo dua hari, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran MBS melakukan kontak telepon dengan dua pemimpin dunia, yaitu Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut kantor berita SPA, Pangeran MBS yang juga merangkap Wakil PM dan Menhan ini, menelepon Jinping pada Jumat (15/4).

Keduanya membahas hubungan bilateral yang menonjol dan cara mengembangkannya dalam Komite Gabungan Saudi-China.

Wakil Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (kiri) menyapa Presiden China Xi Jinping (kanan) selama pertemuan di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing pada 31 Agustus 2016. Foto: Rolex DELA PENA/POOL/AFP

Kedua belah pihak juga sepakat untuk lebih berupaya meningkatkan kemitraan dan hubungan strategis sebagai dua negara sahabat. Situasi dan masalah internasional juga dibicarakan.

Dalam percakapan telepon itu, Presiden China memuji peran penting Kerajaan Arab Saudi di kawasan serta upayanya untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Yaman.

MBS Terima Telepon Putin Esok Harinya

Esok harinya, Sabtu (16/4), Pangeran MBS yang merupakan pemimpin de facto Arab Saudi ini melakukan hubungan telepon dengan Putin.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan di KTT G20 di Osaka pada 28 Juni 2019. Foto: Brendan Smialowski/AFP

Kremlin dalam pernyataan tertulis yang diunggah di situsnya menjelaskan, telepon ini atas inisiatif pihak Saudi. Sedang SPA menyebut, MBS menerima telepon dari Putin.

Kedua pemimpin membahas masalah kerja sama bilateral saat ini, termasuk dalam perdagangan dan ekonomi, dan menyatakan komitmen mereka untuk lebih mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Rusia dan Arab Saudi.

Mereka memuji kerja sama dalam format OPEC Plus yang bertujuan untuk memastikan stabilitas pasar minyak global.

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman selama pertemuan di sela-sela KTT G20 di Osaka pada 29 Juni 2019. Foto: Yuri KADOBNOV/Pool/AFP

Mereka juga bertukar pendapat tentang beberapa topik dalam agenda internasional, termasuk situasi di sekitar Ukraina dan penyelesaian krisis Yaman.

Vladimir Putin juga mengucapkan selamat kepada para pemimpin dan rakyat Arab Saudi atas datangnya bulan suci Ramadhan.

Keduanya sepakat untuk mempertahankan kontak pada tingkat yang berbeda.

Ini merupakan komunikasi telepon kedua mereka sejak Rusia melakukan "operasi militer" ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Sambungan telepon sebelumnya terjadi 3 Maret.

Hubungan Saudi dengan AS Renggang

Komunikasi telepon MBS dengan pemimpin China dan Rusia ini terjadi di tengah hubungan AS dan Saudi sedang renggang.

Presiden AS Joe Biden berbicara terkait penumpukan militer Rusia di perbatasan Ukraina, dari Gedung Putih di Washington, AS, Jumat (18/2/2022). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

Hubungan kedua negara renggang sejak Biden menjadi presiden. Mengutip Wall Street Journal, Biden yang awalnya menolak berkomunikasi dengan MBS dengan menyebut MBS yang memiliki hubungan spesial dengan Donald Trump itu bukan tokoh yang sebanding dengannya.

AS juga dinilai kurang memberi dukungan pada Saudi dalam beberapa isu seperti krisis Yaman, perjanjian nuklir Iran, hingga kurangnya dukungan pada MBS dalam kasus terbunuhnya wartawan Jamal Khassogi.

Namun, krisis minyak yang terjadi akibat serangan Rusia ke Ukraina membuat Biden menurunkan gengsinya. Dia mencoba menelepon MBS pada awal Maret 2022 untuk melobi agar Saudi meningkatkan produksi minyak. Tapi, upaya telepon Biden berulang kali ditolak oleh MBS.

Inggris juga telah melobi Arab Saudi agar meningkatkan produksi minyaknya, tapi tidak digubris.

*****

kumparan bagi-bagi starter pack kuliah senilai total Rp 30 juta untuk peserta SNMPTN 2022. Lolos atau nggak, kamu bisa tetap ikutan, lho! Intip mekanismenya di LINK ini.