Dua Jemaah Meninggal saat Haul Guru Sekumpul yang Dihadiri 3,3 Juta Orang
·waktu baca 2 menit

Dua jemaah meninggal dunia pada momen Haul ke-19 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul Martapura, di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (14/1).
Guru Sekumpul adalah ulama besar di Kalimantan, lahir di Martapura pada 11 Februari 1942 dan wafat pada 10 Agustus 2005.
Menurut Kapolres Banjar AKBP Muhammad Ifan Hariyat, haul tersebut kurang lebih dihadiri oleh 3,3 juta jemaah dari berbagai penjuru daerah, termasuk dari luar negeri.
Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura drg. Agus Dwi Karyanto di Martapura, Kabupaten Banjar, mengatakan jemaah yang meninggal tersebut bernama Burhan dan Burhanuddin.
"Jemaah atas nama Burhan asal Kabupaten Tabalong meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas bersama rombongan saat menuju pusat Kota Martapura untuk menghadiri haul Guru Sekumpul pada kejadian, Sabtu (13/1) sekitar pukul 03.00 WITA," ujar Agus sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (15/1).
Kecelakaan lalu lintas yang dialami korban terjadi di Jalan Jenderal Ahmad Yani KM 72, Desa Simpang Empat, Kabupaten Banjar setelah mobil yang jemaah tumpangi menabrak sebuah truk dari arah berlawanan.
Burhanuddin Asal Sampit, Kalteng
Sementara itu, satu jemaah lainnya, yakni Burhanudin (59) asal Sampit, Provinsi Kalimantan Tengah, meninggal bertepatan saat jutaan jemaah menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul, Minggu (14/1), sekitar pukul 11.40 WITA setelah dilarikan ke rumah sakit milik Pemkab Banjar.
Menurut Agus, korban Burhanuddin sempat beristirahat di rest area PPS Sekumpul Martapura. Relawan Emergency Banjar Response (EBR) sempat hendak membawa Burhanuddin ke RSUD Ratu Zalecha Martapura, namun dia dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapat perawatan petugas medis rumah sakit itu.
Haul Guru Sekumpul adalah peristiwa besar di Banjar mengingat banyaknya peserta haul yang datang. Sehingga, RSUD Ratu Zalecha Martapura pun bekerja all out.
"Pelayanan kesehatan diberikan gratis kepada seluruh jemaah haul termasuk pemulasaran bagi jenazah jamaah haul yang meninggal dunia digratiskan dan proses pengantaran berkoordinasi dengan Emergency Banjar Rescue (EBR)," kata Agus.
