Dua Jenazah WN Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Dibawa ke RSUD Tobelo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua Jenazah WN Singapura yang merupakan korban erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara dibawa ke RSUD Tobelo dengan ambulans. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dua Jenazah WN Singapura yang merupakan korban erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara dibawa ke RSUD Tobelo dengan ambulans. Foto: Dok. Istimewa

Jenazah dua warga negara Singapura korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada Minggu (10/5).

Kedua korban itu bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Jenazah keduanya saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo.

Dandim 1508/Tobelo, Letkol Inf Alex Donald M Lumbun Gaol, mengatakan total terdapat tiga korban tewas yang telah berhasil ditemukan. Namun, korban tewas lainnya atas nama Angel Krishela Pradita telah lebih dulu dibawa ke Ternate.

“Tiga jenazah sudah berada di RSUD Tobelo. Namun untuk korban atas nama Angel telah dibawa ke Ternate untuk diambil pihak keluarga,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Setelah tiba di RSUD Tobelo, tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Maluku Utara akan melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban WN Singapura itu.

Pemulangan Tunggu Kedubes Singapura

Proses pencarian pendaki korban erupsi Gunung Dukono oleh Tim SAR Gabungan, Minggu (10/5/2026). Foto: Dok. Kodam XV/ PATTIMURA

Alex menambahkan, pemulangan dua jenazah WN Singapura masih menunggu hasil pemeriksaan DVI Polri dan koordinasi dengan pihak Kedutaan Singapura.

"Untuk pemulangan dua WN Singapura itu setelah dari pemeriksaan DVI Polri dan dikembalikan kewenangannya ke Kedutaan Singapura," ujar Alex.

Selama proses pencarian berlangsung, perwakilan Kedutaan Besar Singapura turut berada di Posko Pengamatan Gunung Dukono. Dua perwakilan yang hadir yakni First Secretary, Sharon Chan dan Third Secretary, Khairul Anwar Abdul Wahab.

Kehadiran mereka untuk memantau langsung penanganan para korban erupsi yang diketahui merupakan warga negara Singapura.

“Itu kewenangan dari Kedutaan Singapura, kebetulan dari Kedutaan ikut standby di posko evakuasi. Jadi mereka mendampingi hingga saat ini di RSUD Tobelo,” katanya.

Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani (tengah) bersama tim SAR gabungan menunjukan peta titik lokasi korban pendaki erupsi Gunung Dukono yang belum ditemukan, di Posko Evakuasi, Kabupaten Halmahera Utara, Malut, Minggu (10/5/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Sulit Evakuasi karena Medan dan Cuaca

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani, menyebutkan kedua jenazah itu berhasil ditemukan walau dengan medan sulit dan cuaca yang kurang baik.

Sebelum dibawa ke RSUD Tobelo, kedua jenazah dibawa terlebih dahulu oleh Tim SAR ke Posko Utama Evakuasi Erupsi Gunung Dukono di Desa Mamuya, Halmahera Utara.

"Ditemukan tadi pukul 13.00 WIT, namun dengan medan yang sulit dan cuaca yang sangat luar biasa hujan sampai badai ya. Jadi dalam rangka evakuasi menuju ke posko mengalami kesulitan, namun tim SAR dapat mengevakuasi sampai ke posko," ucap Iwan.

"Proses evakuasi yang diduga terhadap jenazah 2 WNA yang ditemukan dan tadi sudah dievakuasi menuju ke rumah sakit," lanjutnya.

Selain itu, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua menyampaikan rasa terima kasih atas ditemukannya seluruh korban pendaki yang hilang akibat erupsi tersebut.

"Nanti ada proses autopsi dan kami akan meminta bantuan kepada pihak kepolisian dari tim forensik agar kita bisa memastikan identitas daripada kedua jenazah itu," ujar Piet.

"Dari sejak hari pertama kami sudah berkomunikasi dengan pihak duta besar Singapura, dan sekretaris pertama dan ketiga yang sudah bersama-sama dengan kita. Mereka juga memantau jalannya operasi dan evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan di Halmahera Utara ini," sambungnya.

Dengan ditemukannya ketiga korban hilang ini, tim SAR segera mengevaluasi dan menutup proses pencarian atas penanganan evakuasi bencana erupsi Gunung Dukono.