Dua Jenis Ubur-ubur yang Muncul di Ancol Punya Efek Sengatan Ringan

Beberapa waktu lalu, muncul ubur-ubur dalam jumlah besar di Pantai Ancol, Jakarta. Fenomena tersebut sempat menjadi daya tarik para pengunjung di pantai sebelah Utara Jakarta itu.
Peneliti Plankton Puslit Oceanografi LIPI Arief Rachman menjelaskan, terdapat dua jenis ubur-ubur yang muncul di Pantai Ancol, yakni Phyllorhiza sp (Spotted Jelly) dan Catostylus sp (Jelly Blubber). Menurut Arief, keduanya merupakan ubur-ubur yang memiliki efek sengatan ringan.
“Semua ubur-ubur memiliki sel penyengat, hanya intesitas sengatannya dan efektifitas ke manusia atau hewan lain itu macam-macam. Ini dikategorikan mild stinger efeknya lemah yang biasa dirasakan manusia itu hanya kulit merah dan gatal. Jadi saat tersentuh, terasa sakit lalu merah dan gatal-gatal,” kata Arief dalam diskusi di Sea World, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (20/10).

Selain dua jenis tersebut, Arief menyebut masih ada dua jenis ubur-ubur lainnya yang berada di Teluk Jakarta. Keduanya ialah Aurelia Aurita (Moon Jellyfish) dan Chrysaora sp (Sea Nettle). Menurut Arief, Aurelia Aurita memiliki efek sengatan ringan, sementara Chrysaora mempunyai racun yang kuat. Kendati demikian, kedua jenis tersebut keberadaannya masih jauh di luar tembok pemecah ombak Ancol.
“Posisi mereka ada jauh ke tengah Teluk Jakarta. Kalau yang Aurelia Aurita itu sama dia mild stinger. Kalau yang Chrysaora itu dia memiliki racun yang cukup kuat, jadi dia bisa menyebabkan bengkak dan rasa sakit yang kuat kalau kita tidak sangaja menyentuh bagian tentakelnya,” kata Arief.

Meski begitu Arief tetap meminta masyarakat waspada. Ia mengimbau pengunjung untuk tidak menyentuh bila menemukan ubur-ubur dengan jenis tersebut dan langsung melapor ke penjaga pantai.
