News
·
9 Mei 2020 15:03

Dua Pasang Pengantin di Yogya Nikah dengan Mahar APD, Disumbangkan ke PMI

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Dua Pasang Pengantin di Yogya Nikah dengan Mahar APD, Disumbangkan ke PMI  (371715)
searchPerbesar
Pernikahan unik bertajuk Nikah Bareng Peduli COVID-19 dengan mahar APD di KUA Kecamatan Banguntapan, Bantul, DIY. Foto: ANTARA/Hery Sidik
Pandemi virus corona menumbuhkan kepedulian sosial bagi sesama, tak terkecuali 2 pasang pengantin yang menggelar pernikahan di KUA Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
Dua pasang pengantin itu ialah Novi Rahmawati Ningsih (23), perempuan asal Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan Tunggul Pujangkoro (25), pria asal Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kemudian Atik Tri Ujianti (56), janda asal Panggungharjo Bantul, DIY dengan Lupadi (51), duda asal daerah sama.
Dua pasang pengantin itu menikah dengan mahar masing-masing seperangkat alat salat, Al-Quran, dan baju Alat Pelindung Diri (APD).
"Unik karena selain tempat nikah yang tidak biasa, juga mas kawin atau mahar berupa seperangkat alat salat, Al-Quran, dan baju APD (alat pelindung diri) dibayar tunai," kata Ketua Panitia Golek Garwo dan Nikah Bareng Nasional, Ryan Budi Nuryanto, di Bantul, Sabtu (9/5) seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
Ryan mengatakan, hajatan bertajuk 'Nikah Bareng Peduli COVID-19' digelar dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menanggulangi wabah corona dan membantu masyarakat tidak mampu bisa menikah, serta menumbuhkan kesadaran untuk berbagi.
Dua Pasang Pengantin di Yogya Nikah dengan Mahar APD, Disumbangkan ke PMI  (371716)
searchPerbesar
Staf medis menggunakan alat pelindung diri (APD) mempersiapkan ruang isolasi khusus untuk pasien corona di Ciputra Hospital Citra Garden City, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
"Mahar baju APD akan disumbangkan kepada PMI (Palang Merah Indonesia) Bantul sebagai wujud kepedulian terhadap tim medis juga sekaligus akan mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan," kata Ryan.
Ryan menyatakan, acara tersebut dilakukan secara sederhana dan terbatas karena hanya dihadiri 10 orang. Bahkan sebelum acara dilangsungkan, masing-masing pihak yang hadir dicek suhu tubuhnya, memakai hand sanitizer, dan masker untuk semua tamu yang hadir.
"Khusus untuk manten dan petugas dilengkapi sarung tangan dan pelindung muka, dan kemudian masuk kebun KUA yang disulap menjadi pelaminan konsep 'ngruwat alam'. Prosesi ijab qabul dilakukan secara bergantian sesuai SOP (standar operasional prosedur) KUA dan manten," kata Ryan.
ADVERTISEMENT
Menurut Ryan, baju pengantin dan APD tersebut dirancang dengan cetakan ramah lingkungan atau ecoprint, serta memadukan tradisi dan ecostyle. Dengan konsep tersebut, pengantin diharapkan bertahan dan sukses serta selalu bersyukur atas hikmah dalam setiap peristiwa.
"Pernikahan dengan konsep ini diharapkan meningkatkan semangat melawan pandemi COVID-19 dan memberikan semangat kepada para tim medis, sekaligus mengedukasi masyarakat melalui GERMAS sebagai langkah pencegahan virus COVID-19," tutupnya.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.