Dua Pria Gesek Nomor Rangka Mobil di GBK, Pramono Minta Motifnya Didalami

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi aksi dua orang yang diduga menggesek nomor rangka mobil di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8). Pramono mengatakan pihaknya tengah mendalami motif dari tindakan tersebut.
Pramono menjelaskan, sebenarnya kawasan GBK berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Namun, karena peristiwanya terjadi di Jakarta, Pemprov DKI tetap turut bertanggung jawab dan sedang mendalami motifnya.
“Kalau mengenai mobil yang di GBK, kebetulan di GBK itu sebenarnya kewenangannya sepenuhnya adalah manajemen yang diatur oleh pemerintah pusat,” kata Pramono usai menghadiri Seminar Kebangsaan HKBP Menteng 2026 di Gedung Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8).
“Tetapi bagaimanapun, karena terjadi di Jakarta, kami juga bertanggung jawab untuk itu. Saya sudah meminta untuk ini didalami, apa motif utamanya, apa keinginannya,” lanjutnya.
Pramono juga mengatakan Pemda DKI telah mengantongi rekaman CCTV dari aksi tersebut.
Rekaman itu, kata Pramono, akan digunakan sebagai alat bukti apabila ditemukan adanya tindakan yang melanggar hukum.
“Karena kemarin semuanya yang tidak disadari adalah siapa pun yang melakukan itu sudah terekam secara rangkap dalam CCTV yang dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta, dan itu nanti akan menjadi alat bukti kalau kemudian mereka melakukan tindakan yang tidak baik,” ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar memperlihatkan dua pria diduga menggesek nomor rangka mobil di area parkir GBK pada Selasa (18/8). Salah seorang pria bahkan terlihat masuk ke kolong mobil.
Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Noor Maghantara, menyebut peristiwa itu bukanlah pelaku kejahatan biasa, melainkan tim penagih utang atau debt collector.
"Dia debt collector ini sebenarnya. Dia nyari mobil yang sudah lama enggak dibayar, yang lewat 3 bulan gitu," ujar AKBP Noor Maghantara saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (19/8).
Noor menjelaskan, para penagih utang independen atau yang kerap disapa masyarakat sebagai mata elang (matel) ini memang kerap menyisir lokasi-lokasi parkir umum yang luas, seperti kawasan GBK hingga pusat perbelanjaan.
Menurutnya, mereka bertugas mencari unit kendaraan yang masuk ke dalam daftar pencarian leasing atau lembaga pembiayaan akibat mengalami kemacetan pembayaran angsuran.
