Dua Warga Dipenjara Atas Kerusuhan yang Tewaskan Lansia di Hong Kong

12 Agustus 2022 13:11 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke pengunjukrasa anti ekstradisi saat bentrokan di distrik Sham Shui Po, Hong Kong, Cina, 14 Agustus 2019. Foto: REUTERS/Thomas Peter
zoom-in-whitePerbesar
Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke pengunjukrasa anti ekstradisi saat bentrokan di distrik Sham Shui Po, Hong Kong, Cina, 14 Agustus 2019. Foto: REUTERS/Thomas Peter
ADVERTISEMENT
Pengadilan Hong Kong memenjarakan dua pria muda sehubungan dengan kekerasan yang menewaskan seorang lansia selama protes lampau di kota itu pada Jumat (12/8).
ADVERTISEMENT
Otoritas menjatuhkan hukuman lima setengah tahun penjara kepada warga berusia 19 tahun, Kelvin Lau. Hukuman itu turut menjerat seorang warga lainnya yang berusia 18 tahun, Chan Yin-ting.
Para terdakwa masih di bawah umur pada saat kejahatan. Keduanya merupakan bagian dari sebuah kelompok yang menghasut kekerasan selama kerusuhan politik di Sheung Shui pada November 2019.
Hakim menjelaskan, para terdakwa membuat rencana untuk menggelar protes bersama pada hari itu. Artinya, terdapat semacam tingkatan perencanaan. Dua terdakwa itu lantas menghadapi tuduhan pembunuhan dan pelukaan.
Seorang pengunjuk rasa berdiri di depan api di distrik Kowloon Hong Kong pada 31 Desember 2019. Foto: AFP/ ISAAC LAWRENCE
Dewan juri sempat membebaskan mereka dari tudingan pembunuhan itu pada bulan lalu. Hakim dalam pengadilan teranyar lalu menilik urgensi untuk memberikan hukuman sebagai pencegahan.
Mempertimbangkan usia para terdakwa, hakim itu sedikit mengurangi hukuman. Dia mencatat kurangnya pengawasan orang dewasa pula.
ADVERTISEMENT
"Situasi berubah menjadi kekacauan yang menyebabkan konsekuensi yang sangat tragis," jelas hakim, dikutip dari AFP, Jumat (12/8).
Kondisi di sekitar Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) saat demo anti pemerintah di Hong Kong, China, Senin (18/11/2019). Foto: REUTERS/Adnan Abidi
Hong Kong sempat mengarungi puluhan pertempuran antara lawan-lawan ideologis pada puncak protes pro-demokrasi. Sheung Shui hanya salah satu dari berbagai daerah yang menyaksikannya.
Kala itu, para pengunjuk rasa pro-demokrasi dan loyalis pemerintah melempar batu bata ke arah satu sama lain.
Kerusuhan tersebut kemudian menewaskan seorang petugas kebersihan berusia 70 tahun, Luo Chang-qing. Dia tewas karena pukulan pada kepala selama konfrontasi.
Demonstran pro-demokrasi Hong Kong berkumpul di promenade distrik Tsim Sha Tsui Hong Kong saat malam pergantian tahun 31 Desember 2019. Foto: AFP/ Philip FONG
Luo adalah satu-satunya korban jiwa akibat gejolak politik tersebut. Kasus lansia itu masih menjadi sumber kemarahan bagi para pendukung pemerintah bahkan hingga kini.
Pengacara terdakwa mengungkap bahwa para terdakwa diancam oleh polisi untuk mengaku bertanggung jawab atas kematian Luo. Petugas polisi membantah tuduhan pemaksaan atau intimidasi tersebut.
ADVERTISEMENT
Laporan media lokal sebelumnya menyalahkan kedua belah pihak atas konflik di Sheung Shui. Kendati demikian, hakim memuji loyalis pemerintah sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.