Dubes Baru Rusia untuk RI Bicara soal Investasi di IKN hingga Perang Gaza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, dalam press briefing di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2024). Foto: Tiara Hasna/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, dalam press briefing di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2024). Foto: Tiara Hasna/kumparan

Kehadiran Duta Besar Rusia baru untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, menandai babak baru dalam hubungan bilateral antara kedua negara.

Menggantikan Lyudmila Vorobyova sejak Juli 2024, Tolchenov membawa misi mempererat kerja sama di berbagai bidang, termasuk investasi Rusia di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Rusia memiliki keunggulan dalam teknologi transportasi, terutama untuk commuter dan transportasi publik. Meski belum ada keputusan yang pasti, kami siap untuk mempromosikan kebutuhan Indonesia di sektor ini,” ujar Tolchenov di kediaman Dubes Rusia untuk Indonesia di kawangan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/8).

Dalam kesempatan itu, Tolchenov juga membahas kunjungan Prabowo Subianto ke Moskow pada Juli lalu yang menjadi bukti eratnya hubungan kedua negara.

Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih Republik Indonesia periode 2024-2029 Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuan di Moscow, Rusia, Rabu (31/7/2024). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS

“Delegasi ekonomi Indonesia juga melakukan kunjungan ke Rusia untuk memperkuat pembicaraan terkait ekspor ke Indonesia,” tambah Tolchenov.

Agenda penting lainnya adalah membuka jalur penerbangan langsung antara kedua negara guna mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia, juga sebaliknya.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov (kanan) dan Dubes Rusia untuk ASEAN, Evgeny Zagaynov (kiri), dalam press briefing di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2024). Foto: Tiara Hasna/kumparan

Terkait dinamika kawasan ASEAN, Dubes Rusia untuk ASEAN, Evgeny Zagaynov, menyampaikan pentingnya integrasi dengan negara-negara ASEAN untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan.

"Rusia siap berkontribusi pada pembangunan kawasan melalui kerja sama yang lebih erat,” tegas Zagaynov.

Perang Gaza

Kemudian Tolchenov menyinggung konflik Timur Tengah, terutama situasi di Gaza yang memburuk akibat agresi Israel yang sering disebut sebagai genosida.

“Kami mengutuk apa yang terjadi di Gaza dan siap berkoordinasi lebih lanjut untuk membantu, terutama dalam menyediakan bantuan kemanusiaan untuk Palestina dan memfasilitasi dialog politik,” ujarnya.

Rusia vs Ukraina

Di sisi lain, menyoal serangan dadakan Ukraina ke wilayahnya sejak pekan lalu, Tolchenov menekankan pentingnya mencari solusi komprehensif untuk menghentikan kekerasan dan ancaman ke negaranya.

“Kami berharap dengan langkah-langkah yang terukur, situasi akan kembali stabil di Rusia,” tegasnya.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, dalam press briefing di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2024). Foto: Tiara Hasna/kumparan

Banyak yang Berubah

Sergei Tolchenov lahir pada 1965. Dirinya memulai karier diplomatik sejak lulus dari Institut Hubungan Internasional Negeri Moscow pada 1988.

Sejak saat itu, Sergei telah menjabat di berbagai posisi penting. Menariknya, pada 2008 hingga 2013, ia sempat menjabat sebagai Minister-Counsellor untuk Kedubes Rusia di Indonesia.

Saat ditanya mengenai perasaannya kembali ke Indonesia, Tolchenov menyampaikan kesan campur aduknya.

“Banyak yang berubah, seperti gedung-gedung baru dan perkembangan transportasi seperti MRT dan LRT, namun keramahan orang Indonesia tetap sama. Hubungan baik yang sudah terjalin menjadi awal yang baik untuk masa depan,” ungkapnya.

Meski Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan tidak akan datang ke Indonesia pada 2024, Tolchenov optimistis bahwa hubungan kedua negara akan semakin kuat, termasuk menyangkut potensi kerja sama di IKN.

“Kami siap mempromosikan program pertukaran dan kerja sama bisnis, dari B2B hingga people-to-people,” pungkasnya.