Dubes Kanada: Kami Tidak Akan Pernah Jadi Negara Bagian ke-51 AS!

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Duta Besar Kanada Jess Dutton. Foto: Nadia Riso/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Duta Besar Kanada Jess Dutton. Foto: Nadia Riso/kumparan

Presiden Donald Trump menyatakan keseriusannya ingin mencaplok Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS. Namun, Kanada memastikan tidak akan pernah jadi negara bagian AS.

"Ini bukan isu untuk Kanada. Kami tidak akan pernah jadi negara bagian ke-51, jadi kami tidak akan mengangkat isu ini," kata Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (6/3).

Dutton juga mengatakan, Perdana Menteri Justin Trudeau dan para gubernur di Kanada sudah secara tegas menyatakan posisi menolak pencaplokan oleh Trump. Sehingga, tidak perlu ada komunikasi dengan negara mana pun terkait hal ini.

"Jadi tidak ada yang perlu dibicarakan. Ini bukan sebuah isu dan bukan sesuatu yang kami anggap sebagai warga Kanada," tuturnya.

Saat ditanya apakah pemerintah Indonesia mendukung kedaulatan Kanada, Dutton mengaku tidak tahu bagaimana reaksi publik Indonesia mengenai rencana pencaplokan ini.

"Tapi saya rasa warga Indonesia menghormati kedaulatan negara-negara dan Kanada adalah negara berdaulat, dan kami sudah ada sejak lama," pungkasnya.

Keinginan untuk menjadi Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS sudah diungkapkan Trump saat dilantik pada Januari lalu. Semenjak saat itu, Trump beberapa kali menyatakan serius ingin menjadikan negara maple itu bagian dari negaranya.

"Saya pikir Kanada akan jauh lebih baik jika menjadi negara bagian ke-51 karena kita kehilangan USD 200 miliar per tahun dengan Kanada. Dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi. Mengapa kita membayar USD 200 miliar per tahun, yang pada dasarnya merupakan subsidi untuk Kanada?" kata Trump saat diwawancara Fox News, dikutip dari AP.

Bahkan, Trump sudah menyebut PM Justin Trudeau sebagai gubernur. Hal itu diungkapkan Trump di media sosial usai menghadiri pertemuan dengan Trudeau sebagai Ketua G7 bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Hari ini, Presiden Emmanuel Macron dari Prancis bergabung dengan saya di Ruang Oval untuk berbicara tentang KTT G7. Pertemuan itu diselenggarakan Gubernur Justin Trudeau dari Kanada, Ketua G7 saat ini, untuk memperingati 3 Tahun Perang Rusia-Ukraina yang tidak akan terjadi jika saya Presiden," kata Trump lewat akun media sosial X, 25 Februari lalu.