Dubes Palestina: Negara-Negara Arab Kecam Agresi Israel, Ingin Kami Merdeka
ยทwaktu baca 2 menit

Perwakilan diplomatik negara-negara Arab di Indonesia melakukan pertemuan di kantor Kedubes Palestina, Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Saleh Mahfud Al Shun, menegaskan, mereka mengecam agresi Israel ke Palestina.
"Pesan saya bisa menjadi jelas untuk semuanya hari ini. Bahwa saya telah meyakinkan mereka semua [negara-negara Arab], mereka bersama Palestina. Dan mereka butuh Palestina merdeka dan ikut mengecam agresi Israel serta konflik di Gaza," kata Zuhair.
Zuhair menuturkan, pihaknya akan menghadapi konflik tersebut dengan segenap kemampuan demi memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
"Dan kami punya hak berdasarkan hukum internasional atas itu," ujarnya.
Zuhair mengatakan, banyak anak-anak dan perempuan yang menjadi korban atas agresi yang dilakukan Israel di Palestina, khususnya di Gaza.
"Dan juga mereka menyerang gedung-gedung yang di mana terdapat masyarakat di dalamnya. Bagaimana ini bisa terjadi? Hanya dari Israel, yang tidak patuh terhadap hukum dan aturan internasional, dan juga melawan humanisme. Terlihat dari cara mereka memperlakukan rakyat kami," ujar Zuhair.
Dubes-dubes dari negara-negara Arab hadir ke Kedubes Palestina sebagai tanda solidaritas terhadap penduduk dan Negara Palestina yang terjajah dan tertindas oleh Israel (Zionis). Mereka yang hadir antara lain:
Dubes Maroko Wadi bin Abdillah
Dubes Yaman Abdul Ghani Nasr Ali As Syamiri
Dubes Jordania
Dubes Tunisia
Dubes Mesir Asyraf Muhammad Nuhib Sulton
Dubes Qatar Fauziah Binti Idris Salman As-Sulaiti
Dubes UEA Abdullah Salim Ubaid Salim Az-Zahiri
Dubes Mauritania Husain
Dubes Bahrain Ahmad Abdullah Al Hajiri
Dubes Aljazair.
Dubes Libya Zakaria Muhammad Mustofa Al-Magribi
Dubes Oman Muhammad Ahmad Salim As-Syanfahri
Akar Masalah Konflik
Konflik Palestina vs Israel telah berlangsung sekitar 7 dekade, dipicu oleh pencaplokan wilayah Palestina oleh Israel yang dibantu oleh negara-negara Barat.
Seiring dengan perlawanan rakyat Palestina, Israel kemudian memblokade Gaza sejak 2006 dengan membangun tembok setinggi 6 meter sepanjang 65 km sehingga Gaza terkungkung dari dunia luar.
Hamas sebagai faksi Palestina yang menguasai Gaza, pada 7 Oktober 2023 melakukan perlawanan yang tak pernah dibayangkan selama ini ke bagian selatan Israel. Serangan mendadak di pagi buta itu dilakukan lewat udara, darat, dan laut.
Serangan yang dianggap mempermalukan Israel yang terkenal dengan kecanggihan alutsistanya itu dibalas dengan pernyataan "perang" oleh negara Zionis.
Hamas menyebut, serangan ke Israel itu sebagai respons atas kekerasan Israel pada kaum wanita yang beribadah di Masjid Al-Aqsa, penodaan pada Masjid Al-Aqsa, dan blokade terhadap Gaza yang terus berlangsung hingga kini.
