Dubes RI Akan Ajak Ulama Arab Saudi Wisata ke Bali
·waktu baca 2 menit

Sebanyak 12 Duta Besar (Dubes) RI yang baru dilantik Presiden Jokowi berkunjung Bali. Mereka berencana mempromosikan wisata di Pulau Dewata di ke negara penempatan masing-masing.
Salah satu di antara kedua belas itu adalah Dubes RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz. Saat memulai penugasan di Saudi Abdul Aziz berencana mengundang para ulama dari Negeri Petro Dollar berwisata ke Bali.
Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, Abdul Aziz meminta informasi soal tingkat toleransi agama kepada Gubernur Bali Wayan Koster.
"Ini terkait dengan promosi Bali di Timur Tengah saya mohon kiranya mendapatkan informasi dari sekarang. Bagaimana kalau kehidupan agama di Bali, ada tempat-tempat yang bisa dipromosikan? Saya berencana mengundang ulama-ulama, saya bawa ke Bali," kata dia saat rapat bersama Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (11/4).
Koster mengatakan, tingkat toleransi antara agama di Bali cukup tinggi. Bahkan saat perayaan hari keagamaan warga Bali saling memberi makanan. Bahkan, tak jarang antar umat agama bergantian menjaga keamanan saat perayaan atau upacara digelar.
"Kalau Bali ada galungan akan memberi makanan ke tetangganya (yang Islam) tapi bukan babi, demikian juga yang Islam. Sudah dianggap satu keluarga," kata dia.
Koster mengungkap penduduk beragama Islam di Bali cukup banyak. Mereka biasanya tersebar di Kota Denpasar, Karangasem, Jembrana hingga Buleleng.
Oleh sebab itu, Koster berharap para Duta Besar RI bisa mengundang wisatawan mancanegara ke Bali. Sebab, penerbangan internasional ke Bali sudah dibuka pada 14 Oktober 2021.
Di tempat yang sama, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri Mushin Syihab mengatakan, masing-masing dubes diharapkan dapat mempromosikan Bali dengan baik.
Hal ini untuk membantu ekonomi Bali yang runtuh akibat pandemi COVID-19.
"Bali dipilih sebagai fokus lintas nusantara berhubungan dengan recovery Bali pasca pandemi, dari kebijakan-kebijakan pencegahan COVID-19 yang sangat baik, positivity rate yang sudah turun, tingkat vaksinasi yang sangat meluas, ini perlu kami promosikan di luar negeri agar wisata Bali kembali tumbuh dan akhirnya juga menjadi pintu masuk dari pemulihan ekonomi Indonesia secara umum," kata Mushin.
