Dubes RI Desak Perusahaan Bayar Gaji 13 WNI yang Terdampar di Trinidad Tobago

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Edi, wni asal tegal di Trinidad and tobago Foto: Dok,. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Edi, wni asal tegal di Trinidad and tobago Foto: Dok,. Pribadi

Sebanyak 13 ABK WNI terdampar di Trinidad Tobago. Saat ini mereka meminta agar segera dipulangkan ke Indonesia.

Para ABK itu bahkan meminta eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk membantu memulangkan mereka.

Salah seorang ABK WNI bernama Edi mengatakan, kondisi mereka saat ini sangat kacau. Edi mengaku sudah berbulan-bulan tidak digaji.

Selain tidak digaji, mereka merasa respons KBRI Caracas di Venezuela terhadap nasibnya dan teman-teman tidak memuaskan. Wilayah kerja KBRI Caracas juga mencakup Trinidad dan Tobago.

Rekan Edi asal pangandaran di Trinidad Tobago. Foto: Dok,. Pribadi

"Waktu 2 minggu lalu respons dia (KBRI) belum ada keputusan yang tepat, katanya nunggu ada penerbangan. Cuma pas aku tanya perkembangan gimana biar jelas, biar aku tenang, belum ada balasan. Akhirnya aku malas, ditanya bansos saja enggak balas," ucap Edi kepada kumparan.

Tiga Kali Bantuan

Merespons hal tersebut Duta Besar RI untuk Venezuela Mochammad Luthfie Witto'eng memastikan, permasalahan yang menimpa 13 WNI di Trinidad Tobago menjadi fokus KBRI Caracas.

"(Kami) Sudah memberi bantuan, yang sekarang sudah yang ketiga kali," kata Luthfie kepada kumparan.

Selain memberi bantuan, Luthfie menegaskan pihaknya terus mendesak agar perusahaan tempat 13 WNI bekerja tersebut segera membayarkan gaji.

"Hanya persoalannya kalau dia tidak melaut kan tidak dapat uang, dengan adanya COVID pembeli ikan pun tidak banyak, jadi hasil juga enggak banyak. Tapi KBRI mengejar terus pihak perusahaan untuk membayar gaji mereka," ujarnya.

Luthfie bahkan menyebut, jika perusahaan abai terhadap kewajibannya membayar gaji belasan ABK, maka KBRI akan menempuh jalur hukum.

"KBRI selalu berusaha mendesak pihak perusahan untuk melaksanakan kewajibannya," sambung dia.

Sementara itu, terkait belum adanya perwakilan KBRI yang mengunjungi para ABK di Trinidad Tobago, hal ini lantaran sulitnya mencari penerbangan ke negara tersebut.

"Dengan COVID ini kita tidak bisa mengunjungi mereka karena tidak ada penerbangan," ucapnya.