Dubes RI Dianugerahi Penghargaan Tertinggi Legion d’Honneur oleh Prancis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dubes RI untuk Prancis, Arrmanatha Nasir, menerima tanda kehormatan tertinggi Legion d'Honneur dari Pemerintah Prancis, Rabu (17/11). Foto: Dok. KBRI Paris
zoom-in-whitePerbesar
Dubes RI untuk Prancis, Arrmanatha Nasir, menerima tanda kehormatan tertinggi Legion d'Honneur dari Pemerintah Prancis, Rabu (17/11). Foto: Dok. KBRI Paris

Duta Besar RI untuk Prancis, Monako, Andorra, dan UNESCO, Arrmanatha Nasir, dianugerahi penghargaan tertinggi Légion d’Honneur (Legiun Kehormatan) oleh Pemerintah Prancis pada Rabu (17/11) malam.

Acara penganugerahan itu digelar di Kementerian Urusan Eropa dan Luar Negeri Prancis, Kota Paris.

Dikutip dari keterangan resmi KBRI Paris, gelar yang diterimanya adalah Commandeur de la Légion d’Honneur (Komandan Legiun Kehormatan).

Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dan perannya dalam penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis, baik di bidang politik, ekonomi, hingga sosial dan budaya.

Dubes RI untuk Prancis, Arrmanatha Nasir, menerima tanda kehormatan tertinggi Legion d'Honneur dari Pemerintah Prancis, Rabu (17/11). Foto: Dok. KBRI Paris

“Kita berhasil bekerja beyond business as usual dalam memajukan hubungan bilateral,” kata Arrmanatha dalam sambutannya pada Rabu (17/11), di hadapan Dubes-dubes negara anggota ASEAN.

Menurutnya, kemajuan yang telah dicapai oleh Indonesia dan Prancis sangat lekat dengan kreativitas dan keaktifan keduanya dalam menjembatani perbedaan, demi mencapai kepentingan bersama.

Kerja sama Indonesia-Prancis di tengah pandemi corona ini mengalami peningkatan. Contohnya adalah diperkuatnya mekanisme kerja sama bilateral di berbagai bidang.

Di bidang pertahanan, tercapai perjanjian kerja sama pertahanan (Defence Cooperation Agreement), termasuk di bidang industri pertahanan.

Kemudian adalah pembentukan forum dialog maritim Indonesia-Prancis, sebagai wadah untuk mendiskusikan solusi dari tantangan di bidang maritim.

Dubes RI untuk Prancis, Arrmanatha Nasir, menerima tanda kehormatan tertinggi Legion d'Honneur dari Pemerintah Prancis, Rabu (17/11). Foto: Dok. KBRI Paris

Selain itu, dalam waktu dekat, Indonesia-Prancis akan menandatangani rencana aksi (plan of action), yaitu peta jalan kegiatan kerja sama strategis kedua negara hingga lima tahun ke depan.

Pemberian gelar kehormatan ini dilakukan di akhir masa tugas Arrmanatha sebagai Dubes RI untuk Prancis. Ia akan lanjut bertugas sebagai Dubes RI/Wakil Tetap Delegasi RI untuk PBB di New York, Amerika Serikat di akhir bulan ini.

Pemberian penghargaan Légion d’Honneur ini melalui proses panjang, dimulai sejumlah prosedur dan pertimbangan, hingga pengajuan dari pejabat setingkat menteri.

Pangkat atau gelar penghargaan akan ditentukan oleh Presiden Prancis dan dituangkan ke dalam surat keputusan yang diterbitkan dalam jurnal resmi (journal officiel) Pemerintah Prancis.

Dubes RI untuk Prancis, Arrmanatha Nasir, menerima tanda kehormatan tertinggi Legion d'Honneur dari Pemerintah Prancis, Rabu (17/11). Foto: Dok. KBRI Paris

Beberapa tokoh Indonesia sebelumnya telah dianugerahi tanda kehormatan tertinggi ini. Mereka adalah Menteri Luar Negeri RI periode 1988-1999, Ali Alatas; Eks Panglima TNI, Mohamad Rachmat Karta Kusuma; Eks Kepala Polisi RI, Sanusi; dan eks Wapres RI, Try Sutrisno, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal TNI AD.

Keempatnya menerima gelar yang sama, yakni Commandeur de la Légion d’Honneur.

Sebelumnya, Dubes RI untuk Prancis pada 1996, Wiryono Sastrohandoyo, juga menerima penghargaan serupa.

Diketahui, Légion d’Honneur adalah tanda kehormatan nasional Prancis tertinggi. Ini pertama kali dirancang oleh Kaisar Napoleon Bonaparte pada 1802 silam. Hingga saat ini, Légion d’Honneur menjadi penghargaan paling tua.