Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun Raih Gelar Magister Komunikasi LSPR

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dubes RI Djauhari Oratmangun meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Institut Komunikasi dan Bisnis, The London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Foto: LSPR
zoom-in-whitePerbesar
Dubes RI Djauhari Oratmangun meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Institut Komunikasi dan Bisnis, The London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Foto: LSPR

Dubes RI untuk China, Djauhari Oratmangun, meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Institut Komunikasi dan Bisnis, The London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Djauhari didapuk menyampaikan pidato kelulusan mewakili para wisudawan magister lainnya.

Dalam siaran pers yang kumparan terima dari KBRI Beijing, pidato kelulusan itu disampaikan oleh Djauhari melalui sebuah video dari Kota Huzhou, Provinsi Zhejiang, China. Saat itu Djauhari tengah menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Indonesia-China.

Dalam pidatonya, Djauhari mengatakan bahwa berkuliah di LSPR adalah pilihan sangat tepat, karena telah memberinya kesempatan untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat dan bertemu dosen-dosen yang hebat dengan banyak pemahaman dan pengetahuan yang mendalam mengenai Ilmu Komunikasi, khususnya Komunikasi Krisis.

Djauhari juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pimpinan serta pengajar LSPR.

Dubes RI Djauhari Oratmangun meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Institut Komunikasi dan Bisnis, The London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Foto: LSPR

Diketahui, Djauhari mengikuti perkuliahan offline selama 2 semester pada tahun 2017, dan dilanjutkan dengan perkuliahan online, termasuk penulisan tesis, selama 2 semester dari Beijing, pada Tahun 2020 dan 2021.

Judul tesis yang disusun oleh Djauhari adalah 'The Response and Crisis Communication of the Embassy of the Republic of Indonesia in Beijing in Protecting Indonesian Citizens in China During the Early Stages of the COVID-19 Outbreak'.

Tesis tersebut menyimpulkan bahwa walaupun komunikasi intensif antara staf KBRI dengan WNI serta pemberian bantuan logistik telah cukup efektif dalam memenuhi harapan mereka yang terkena dampak langsung wabah virus di Kota Wuhan. Namun kehadiran langsung Tim Lima KBRI di Wuhan-lah yang terbukti menjadi elemen paling memuaskan dari risk response strategies yang telah disiapkan.

Dubes RI Djauhari Oratmangun meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Institut Komunikasi dan Bisnis, The London School of Public Relations (LSPR) Jakarta. Foto: LSPR

Sebelum mengakhiri pidatonya, Djauhari mengingatkan bahwa pandemi justru memberikan daya lenting bagi perkembangan dunia digital. Hal ini dimanfaatkannya untuk maju mempertahankan tesis di bidang komunikasi secara daring dari Beijing dan meraih gelarnya.

Selain itu, Ilmu Komunikasi yang didapatkan dari para pengajar terbaik di LSPR dipraktikkan juga dalam berkarya dan menjalankan tugas diplomasi di China.