Dubes UAE Temui Pimpinan MPR Eddy Soeparno, Bicara Kerja Sama Energi Terbarukan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dubers UEA H.E. Abdulla Salem AlDhaheri, menemui Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dubers UEA H.E. Abdulla Salem AlDhaheri, menemui Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno. Foto: Istimewa

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem AlDhaheri, menemui Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, di Ruang Nusantara III, Gedung MPR RI, Jakarta, Rabu (15/4).

Pertemuan ini di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang dinamis. Hadir bersama Dubes UEA antara lain Kepala Ekonomi Kedutaan Besar UEA Meera AlAzeezi dan Manajer Pembangunan Bisnis Masdar, Marsha Prabandani.

Eddy Soeparno mengatakan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut upaya memperluas kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab, khususnya di bidang energi terbarukan.

Sebelumnya, ia telah bertemu dengan Menteri Energi UEA sekaligus utusan khusus pemerintah UEA untuk Indonesia, Suhail Al Mazrouei, di Abu Dhabi pada Januari 2026.

video from internal kumparan

Menurut Eddy, pertemuan ini berlangsung di momentum 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Uni Emirat Arab.

“Kedua negara terus berupaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab serta menindaklanjuti berbagai MoU yang telah disepakati, khususnya di bidang pengembangan energi terbarukan. Kita tahu bahwa UEA menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” kata Eddy.

“Saat ini UEA melalui Masdar mengelola proyek panel surya terapung di Cirata, Jawa Barat, yang rencananya akan terus diperluas dan menjadi PLTS terapung terbesar di dunia. Kepada Menteri Suhail dan Dubes Abdulla Salem, saya juga menyampaikan komitmen untuk mendukung perluasan investasi UEA di bidang energi terbarukan,” lanjut Eddy.

Wakil Ketua Umum PAN ini menjelaskan, rencana UEA memperluas investasi di Cirata merupakan dukungan terhadap program pemerintah Prabowo Subianto dalam mempercepat transisi energi, termasuk target pengembangan 100 GW panel surya di Indonesia.

“Kami juga menyampaikan bahwa MPR mendorong komitmen Presiden Prabowo dalam mempercepat transisi energi melalui percepatan pembahasan RUU Migas, RUU EBET, serta RUU Pengelolaan Perubahan Iklim,” ujarnya.

Sementara Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, menyampaikan apresiasi atas dukungan terhadap investasi UEA di sektor energi terbarukan.

“Kehadiran kami di MPR hari ini merupakan upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan UEA, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno yang telah mendukung berbagai inisiatif UEA dalam membantu Indonesia mempercepat transisi energi terbarukan,” kata Abdulla.