Dudung Belasungkawa Peserta SPPI Meninggal, Pastikan Tidak Ada Kelalaian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman (kanan) didampingi Direktur RSHS Fitra Hergyana (kedua kiri) memberi keterangan pers usai menjenguk korban penganiayaan dan penyekapan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman (kanan) didampingi Direktur RSHS Fitra Hergyana (kedua kiri) memberi keterangan pers usai menjenguk korban penganiayaan dan penyekapan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah seorang calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar).

Dudung mengatakan pemerintah saat ini masih melakukan evaluasi dan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti peristiwa tersebut.

"Memang saya mendengar berita itu dari tiga tempat, ada pelatihan militer yang memang sedang dievaluasi. Dan mendapat informasi dari Setneg belum ada tingkat kelalaiannya ya. Karena memang ya namanya meninggal mungkin kan tidak serta-merta latihan militer," kata Dudung dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jakarta, Jumat (26/6),

Ia menjelaskan, berdasarkan pengetahuannya, pelatihan dengan pola militer untuk peserta seperti Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tidak berlangsung terlalu berat. Karena itu, menurutnya, penyebab meninggalnya peserta masih perlu didalami.

"Setahu saya latihan militer untuk tingkatan seperti SPPI dan sebagainya tidak terlalu keras ya. Tapi mungkin karena dia sakit dan sebagainya. Tapi ini sedang dievaluasi dan ada investigasi," ujarnya.

Dudung berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi bahan perbaikan agar penyelenggaraan pelatihan ke depan semakin baik. Ia juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.

"Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik lagi. Tentunya pada kesempatan ini juga saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga arwah almarhum, almarhumah diterima di sisi Yang Maha Kuasa," ucapnya.

Peserta Diklat SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan mengikuti upacara pembukaan diklat, Juni 2026. Foto: IG/@puskompetensi_bela_negara

Ia menegaskan setiap pelatihan harus dilaksanakan sesuai prosedur dengan mengutamakan aspek keselamatan peserta. Menurut Dudung, pemeriksaan kesehatan juga menjadi tahapan yang wajib dilakukan sebelum pelatihan dimulai.

"Dan mudah-mudahan ke depannya apa pun pelatihan ini harus sesuai dengan prosedur. Faktor keselamatan yang harus diutamakan sehingga tidak menimbulkan korban. Sebelum pelaksanaan pelatihan itu dilaksanakan tes kesehatan," pungkasnya.