Dudung: Indonesia Desak Israel Bebaskan Seluruh Relawan Global Sumud Flotilla
·waktu baca 2 menit

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, mengatakan Indonesia mendesak Israel untuk membebaskan seluruh relawan yang tergabung dalam misi perdamaian Global Sumud Flotila yang diculik.
Dalam rombongan yang diduga diculik itu, lima orang di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI). Empat di antaranya merupakan jurnalis Republika, Tempo, dan iNews.
"Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina secara hukum humaniter internasional," kata Dudung di Kantor KSP, Jakarta, Selasa (19/5).
Dia mengatakan, perwakilan Indonesia juga tengah melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI berjalan lancar.
"Indonesia juga telah bergabung dengan sembilan negara lainnya yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam suatu pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF," ucapnya.
Di sisi lain, perwakilan Indonesia juga terus dalam posisi siaga agar apabila ada perkembangan terbaru bisa langsung ditindaklanjuti.
"Perwakilan Republik Indonesia terkait senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas setempat," ujar dia.
"Kementerian Republik Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri melalui perwakilan RI terkait akan terus memantau perkembangan situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para warga negara Indonesia serta menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan," sambungnya.
