Dudung soal Polisi Tembak Polisi: Kendalikan Emosi, Kalau Ada Masalah Lapor

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkopolkam Dudung Abdurrahman di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menkopolkam Dudung Abdurrahman di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Menko Polkam Dudung Abdurachman merespons kasus polisi menembak polisi di Mako Polairud, Pondok Cabe. Ia meminta anggota kepolisian mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan.

Dudung mengatakan persoalan pribadi seharusnya dilaporkan kepada atasan, bukan diselesaikan dengan tindakan yang tidak terkontrol.

"Ya, memang kadang-kadang anak-anak di lapangan ya, ini perlu menyikapi lah ya masalah emosi yang harus dikendalikan, sehingga kalau ada masalah-masalah pribadi, harus laporlah kepada atasannya, ya, kepada pimpinannya, jangan melakukan tindakan-tindakan dengan emosi tidak terkontrol yang akhirnya seperti itu," kata Dudung di Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (19/10).

Bharada Andika Ramadhani, pelaku penembakan terhadap seniornya, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (LVF), di Markas Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Oktober 2026. Foto: Dok. Istimewa

Dudung juga ditanya mengenai dugaan perundungan atau bullying yang disebut melatarbelakangi insiden tersebut. Namun, ia mengaku masih mencari informasi lebih akurat mengenai penyebab kejadian.

"Ya, saya masih cari informasi yang lebih akurat, nanti pasti akan dievaluasi, pasti akan dievaluasi," ujarnya.

Menurut Dudung, evaluasi nantinya juga dapat menyentuh sistem rekrutmen, termasuk aspek ideologi dan psikologi.

"Ya, sistem rekrutmen entah ideologi, psikologi itu pasti akan sangat dominan. Kita lihat gejala-gejalanya seperti itu, ya," kata Dudung.