Dugaan Penistaan Agama, Massa Rusak Sekolah dan Kuil di Pakistan

Massa yang marah merusak sebuah sekolah dan kuil Hindu di Pakistan. Penyerangan dilakukan usai seorang kepala sekolah yang beragama Hindu dituduh melakukan penistaan agama.
Kepolisian Pakistan menyebut, insiden di sebelah selatan Provinsi Sindh dipicu laporan seorang siswa yang menuduh kepala sekolahnya menyampaikan komentar tak pantas soal Nabi Muhammad.
Dugaan itu memicu kemarahan massa di Pakistan. Sebuah sekolah dan kuil Hindu yang berada di dekat sekolah rusak parah.
Pejabat Kepolisian Pakistan, Furrukh Ali, mengatakan pihaknya sudah mengamankan kepala sekolah. Baik kepala sekolah dan perusuh tengah diinvestigasi.
"Tampaknya kepala sekolah itu tidak melakukan sesuatu yang disengaja," kata Ali seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/9).
Penistaan agama merupakan pelanggaran berat di Pakistan. Bila terbukti bersalah pelaku bakal dihukum mati.
Walau ada hukuman berat, belum ada pelaku penistaan agama yang dieksekusi. Tetapi, mayoritas terduga penista agama tewas diamuk massa.
Terkait perusakan sekolah dan kuil, Komnas HAM Pakistan mengecam keras peristiwa tersebut. Mereka meminta agar penegak hukum menangkap pelaku perusakan.
"Video (perusakan sekolah dan kuil) mengerikan, kekerasan yang dilakukan massa kepada kelompok agama minoritas itu biadab dan tidak bisa diterima," sebut Komnas HAM Pakistan.
